Alhamdulillah...bisa silaturrahim meskipun idul Fitri sudah hari ke 15 Syawal.
Ya Rabb...semoga bisa terus ikhtiar mengajak kepada kebaikan. Aamiin.
Memang masih harus menjadi tukang opyak-opyak. Hehe...tidak apa-apa, semoga bisa menjadi ladang amal dan tidak akan bosan melakukan hal yang baik.
Btw or by the way, akan berniat lagi kah untuk menulis lagi setiap hari? Sejak awal Ramadhan entah Ramadhan kapan belum pernah terwujud.
Astaghfirullah...Ya Allah...mengapa belum bisa Istiqomah terutama pada keinginan untuk terus berlatih menulis.
Namun Bismillah...tidak boleh menyerah, harus terus semangat dan semangat. Semoga Allah SWT meridhoi dan memberikan barokah ikhtiarku ini. Aamiin
Syawal hari Pertama
Sabtu, 21 Maret 2026
Alhamdulillah, aku sangat bersyukur bisa membawa ibuk menjadi satu rumah sebelum hari H. Hari Kamis pagi ibuk mau dibawa ke rumah etan. Hari Jum'at pagi kami ajak berjemur di depan rumah sambil aku potong kuku ibuk.
Rasa lega, plong...terasa hati ini, membayangkan hari ini akan seperti ini seterusnya.
Alhamdulillah Hari Raya Idul Fitri tiba, kami berdua dengan mbak Lia membantu ibuk untuk sibin dan sholat. Lalu bersiap diri untuk ke masjid. Namun astaghfirullah....baru kali ini tertinggal satu raka'at. Padahal lumayan lebih dekat masjidnya.
Ternyata ada beberapa yang terlambat juga.
Sudah tiga atau empat tahunan memang tidak sholat Ied di masjid ini, jadi mungkin kami yang tidak tau lagi jam berapa mulainya. Setelah sholat, bertemu dengan saudara sepupu dari Jakarta, dan jeprat jepret pasti itu.
lho... ternyata aku sendiri ya yang masih pakai mukena. Tidak mengapa, kan memang rumahnya paling dekat diantara mereka, hehe....
MasyaAllah situasi jalanan masih sangat sepi, sepertinya sholat yang selesai pertama di masjid ini.
Sampai di rumah kami langsung sungkeman dengan ibuk, gantian bertiga karena mas Afiq mewakili kami sungkeman di keluarga Purwosari. Iya, lebaran tahun ini adalah pertama tanpa Ayi. Ayi dan kakung sudah tenang di surgaNYA..Aamiin.
Sebelum ada tamu banyak, aku dan abah bahal ke tetangga dekat. Warga baru tapi terasa sudah lama, karena memang kembali lagi setelah 2008 pindahan ke rumah ibuk yang prapatan mbaru atau Banjarjo.
Aku segera pulang, di rumah sudah banyak orang. Alhamdulillah lontong pecel dan krupuk pecel kami laris manis, sampai membuat lagi sayuran atau kulubannya, tapi malah kebanyakan yang akhirnya masuk kulkas dan terbuang. Astaghfirullah, ampuni hambaMu yang sering dlalim ini Ya Rabb, sering membuang-buang makanan.
Okay, aku akhiri dulu cerita di hari pertama Idul Fitri yang aku tulis di hari ke 15 idul Fitri. Untuk foto-fotonya silahkan lihat di IG Nurin Nuzulia.