Kamis, 25 Maret 2021

Akreditasi UNUGIRI Bojonegoro Prodi PIAUD

 Selasa, 2 Maret 2021/18 Rajab 1442





   Pagi ini sambil meyiapkan yang akan saya bawa, sekali lagi saya lihat jam yang ada di undangan. Tertulis 07.30-selesai, saya tidak melihat yang lainnya. Alhamdulillah ada ust Asti mampir ke rumah dulu sebelum ke sekolah yang mengingatkan kalau disuruh membawa surat tugas. “MasyaAllah, ada tha ust,” jawab saya agak kaget juga karena belum buat. “Iya ust kemarin sebenarnya sudah dibuatkan di sekolah tapi ketinggalan,” kata ust Asti. “Ya sudah, masih ada waktu untuk membuat,” balas saya sambil mondar-mandir mencari kaos kaki. 

Kurang lebih pukul 07.10 WIB keluar rumah sebentar, lalu ada bis. Bis Cendana warna kuning yang lumayan sering saya naik ini saat akan ke kota Bojonegoro atau pulangnya. Butuh waktu satu jam untuk sampai tujuan yaitu kampus UNUGIRI. Terkenang saat masih mengajar di  sana, saya sempatkan untuk baca-baca yang akan saya sampaikan nanti. Hehe…tapi lebih menang kantuknya daripada lihat tulisan. Ya sudah, buku saya tutup dan mata saya pejamkan. Seperti saat di bis ini,  saya lihat sebelah saya mulai tidur satelah buka-buka HP, saya pun mengikutinya. Meskipun tidak bisa nyenyak tidur di kasur, namun paling tidak bisa mengistirahatkan mata. Hehe...pagi-pagi kok ya ngantuk ya. Tapi memang seringnya saya ingin memejamkan mata saat naik bis

“YPM…YPM…,” syukurlah terbuka mata saya saat kernet bis teriak. Ternyata ada yang turun sama dengan saya.  

Setelah berapa tahun ya saya tidak belajar lagi bersama mahasiswa di sini? Ternyata  sekarang berbeda suasananya. Sedang membangun lagi gedung baru atau merehab gedung yang sudah ada, saya kurang memperhatikan dengan seksama. Langsung masuk ruangan yang sepertinya untuk ruang tunggu, karena di sana sudah ada beberapa mahasiswa yang terlibat pula di akreditasi ini. 

Tak berapa lama saya dipersilahkan menunggu di ruangnya Bu Direktur Program Pasca Sarjana, Bu Dr.Hj. Sri Minarti, MPdI. Di sana sudah ada bu Ira dari TK ICP, dan menyusul Bu Camat Bojonegoro. Kami bertiga diundang sebagai stakeholder dari prodi PIAUD. Saling berkenalan dan ngobrol untuk mengisi suasana menunggu yang kata orang menjemukan. 


Setelah beberapa menit, kami diberitau bahwa saatnya giliran kami untuk mengikuti proses akreditasi. Sebelumnya saya tidak membayangkan dengan suasana virtual. Saya kira offline, seperti tahun berapa itu saat akreditasi pertama. Langsung kami diminta untuk menempati kursi yang telah tersedia laptop dan headphone. Untuk pertama kalinya saya memakai alat ini ketika zoom. Pertama  dipersilahkan dari kepala RA ICP menjawab beberapa pertanyaan dari asesor. Semua yang ada di ruangan dapat mendengarkan pertanyaan ataupun jawaban yang disampaikan. Sambil mendengarkan bu Ira, saya menata hati agar dapat menjawab apapun nanti yang akan ditanyakan dengan tenang dan dapat tepat jawaban saya. 




Alhamdulillah tiba giliran saya dengan beberapa pertanyaan saya dapat menjawab dengan tenang. Karena memang saya terlibat langsung dengan para mahasiswa yang pernah PPL di lembaga kami, sehingga menjawab apa adanya. Ada sih sepertinya yang terlalu muluk saya jawab, yaitu harapan terhadap prodi PIAUD. Saya jawab semoga bisa menyediakan kelanjutan dari S1 yaitu S2 PIAUD. Namun ini memang keluar jawaban saya ini secara jujur. Hehe..tidak mengapa nggih Bu Direktur Pasca dan bu Kaprodi PIAUD? Semoga bisa benar-benar terealisir, Aamiin. Oya dan semoga jawaban-jawaban saya dapat menambah nilai dari para Asesor..Aamiin




Alhamdulillah kurang lebih satu minggu hasilnya telah keluar, saya melihat di IG dan FB mendapat nilai B. semoga berikutnya bisa meraih A. Aamiin




Rabu, 10 Maret 2021

Kegiatan PAC Fatayat NU Padangan-Bojonegoro

 


Bismillah, mulai Senin, 1 Maret 2021/ Rajab 1442

Alhamdulillah saya tulis di Gurusiana juga

PAC Fatayat NU Padangan- Bojonegoro adakan Pelatihan Pembuatan Deterjen




Alhamdulillah saat saya copas tulisan di sini, hasil praktek saat pelatihan sudah jadi dan di kemas meskipun masih dalam bentuk yang sederhana. Untuk souvenir yang hadir di acara reses dari DPR Propinsi.Inilah bentuknya :






Di ujung bulan Februari 2021, cuaca Ahad pagi kemarin semakin bertambah cerah karena terpancar dari seragam fatayat yang dikenakan para peserta pelatihan. Berbaju seragam warna hijau segar dengan jilbab putih, menampakkan semangatnya untuk mendapatkan ilmu. Tentunya tak lupa tetap menerapkan prokes, sehingga merelakan masker menutupi kecantikan yang diberi oleh Allah SWT Yang Maha Membentuk Rupa.

Serangkaian acara pembukaan Alhamdulillah berjalan lancar. Dari qiro’ah sampai mars Fatayat NU serta sholawat berlanjut sambutan dari ketua PAC Fatayat NU Ibu Hj. Miftahur Rohmah, kemudian ketua MWC NU, Bapak KH Abdul Wahid M.,atau lebih akrab dipanggil Gus Wahid yang sekaligus membuka acara Pelatihan ini. Hadir pula ketua PAC GP Ansor, Gus Jakfar Al Mansur dan sekretarisnya, Gus Lukman.

Acara pelatihan yang dihadiri oleh dua utusan tiap ranting ini dipandu oleh moderator yang sudah tidak asing lagi dengan suaranya khas MC, yang sangat enak didengar, siapa lagi kalau bukan sahabati Ulil Himmah. Dengan mendatangkan sahabati Fatayat NU dari Kecamatan Trucuk sebagai nara sumber, yaitu sahabati : Yunia, Dian dan Ninik.

Acara berlangsung serius namun santai, karena langsung praktek, Antusiasme para peserta untuk melihat lebih dekat dan ikut praktek mengaduk-aduk, menunjukkan kesunguhannya untuk segera ingin bisa dan segera dipraktekkan di rantingnya. Hanya dua macam yang dipraktekkan, karena mengingat waktunya yaitu deterjen cair dan sabun cupir (cuci piring). Sebenarnya masih ada beberapa macam yang sudah diproduksi di Trucuk, yaitu: pewangi, deterjen bubuk, handsoup dan pembersih kerak. Semoga di lain waktu dapat menimba ilmu lagi tentang pembuatan yang lainnya. Untuk dua jenis sabun yang dipraktekkan, inilah bahan dan caranya.

Semoga terus semangat para pengurus PAC Fatayat NU serta pengurus ranting kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur dalam upaya peningkatan kreatifitas anggotanya untuk mengembangkan perekonomian mandiri di lingkungan masing-masing.








Selasa, 23 Februari 2021

HARLAH NU ke 95

 


Masih ingin mengenang dan menyimpan twibbonize HARLAH NU, karena saya punya tulisan tentang ke NU an. 

                                       


Alhamdulillah, dari ibuk saya, saya kenal NU. Sejak TK diopyaki ibuk untuk ngaji di mushola simbah, tapi lebih kerennya ning langgare mbah Sin (Muhsin, bapaknya ibuk) ngaji turutan setiap bakda maghrib, di desa Kuncen Padangan.  Tahlil dan banyak jajan di setiap malam jum'at. Lalu SD diopyaki setelah sekolah pagi untuk sekolah Arab (sekarang TPQ atau madrasah) jam 2 siang sampai jam 4 sore, (di mbah H Bishri,  pakleknya ibuk), di desa Mbaru/Banjarjo Padangan. Menjelang maghrib diopyaki lagi untuk berangkat ke langgar,  dan mulai ikut-ikutan ngaji kitab bakda isya ke kakaknya ibuk (pak dhe Sadili) dengan mbak2 yg sudah SMP. Saat SMP diopyaki lagi ikut dzibaan,  barzanji sama ibu2 temannya ibuk.  Alhamdulillah semuanya saat itu melaksanakannya dengan senang hati. Mainan,  dolan,  gak pernah dimarahi,  dan gak pernah diopyaki utk tidur siang, yang penting ingat jam-jam ngaji dan sekolah arab. Matursuwun semuanya ibuk... Semoga ibuk diberi Allah SWT kesehatan dan usia dalam ketaqwaan dan amal sholih... Aamiin🤲🏻

Rabu, 10 Februari 2021

Kiat Menulis : NIAT, PAKSA, MAU

 

Resume 8

Narsum : Noralia Purwa Yunita

Moderator : Mr. Bams


“Buku merupakan sejarah saya. Jika saya sudah mati nanti, melalui buku, nama saya bisa diingat. Karya saya masih dapat dinikmati dan hidup, meskipun raga sudah tidak ada."

"Berkarya ketika waktu luang itu biasa, namun berkarya di tengah kesibukan yang luar biasa, itu baru istimewa.

 (Noralia Purwa Yunita, M.Pd)

 

Memiliki nama lengkap Noralia Purwa Yunita, M.Pd ini lahir di Kudus, 12 Juni 1989. Putra pertama dari dua bersaudara dengan ayah bernama Ali Achmadi, S.Pd dan ibu Noor Fatkhiyah, S.Pd.SD. Sekarang berdomisili di Semarang mengikuti suami dan bersama dua balitanya.

Pernah mengambil kuliah program sarjana di Univeritas Negeri Semarang yang kemudian dilanjutkan program magister pendidikan di Universitas Negeri Semarang juga. Saat ini  bekerja sebagai pengajar di SMP Negeri 8 Semarang. Selain mengajar, juga aktif menulis di blog dan tergabung dalam komunitas sejuta guru ngeblog. Sebagai penulis baru di Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan, salah satu tim admin di website guru penggerak, anggota Komunitas Koordinator Virtual Indonesia (KKVI), anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran Prakarya dan IPA, serta Pembimbing ekstrakurikuler KIR SMP.

Prestasi yang pernah diraih  adalah Juara Harapan I lomba karya tulis di Universitas Negeri Semarang. Program pendanaan Dinas Provinsi Jawa Tengah pada program fasilitasi karya ilmiah tingkat Provinsi Jawa Tengah. Program pendanaan LPPM pada usulan program pengabdian masyarakat. Program pendanaan DIKTI pada program kreativitas mahasiswa tingkat nasional. Pendanaan program Student Grand Hibah  DIKTI, serta sebagai pembimbing yang mengantarkan tim menjadi juara I lomba karya tulis ilmiah SMA tingkat Jawa tengah.

            Di masa pandemi covid-19 ini, Bu Nora memulai lagi berkarya. Tidak lepas dari tangan dingin Omjay pula, karena bisa berkarya lagi dengan mengikuti pelatihan menulis yang diadakan oleh OmJay bersama teman-teman PGRI. Diantara karyanya adalah empat buku, satu buku solo, satu kolaborasi dengan Prof Eko dan dua buku antologi. Selain buku, ada beberapa artikel yang juga terbit di media cetak. Artikel kedua di majalah pendidikan geliat gemilang Bandung. Ada 3 buku yang sedang proses pembuatan. Buku solo berjudul “Kiat menulis modul berbasis riset,” hasil dari pengubahan tesis menjadi buku. Buku kedua seri ekoji academy kolaborasi dengan Prof Eko berjudul Gamifikasi, belajar menyenangkan seasyik bermain game.” Dan buku antologi dengan siswa berjudul “Aku dan Corona.” Semuanya sedang dalam proses pengerjaan, harapan Bu Nora semoga sebelum akhir tahun dapat terselesaikan. Aamin

Ada beberapa kendala  yang dikemukakan Bu Nora selama proses pengerjaan beberapa buku tersebut, antara lain :

 1.  Banyaknya kegiatan

Apalagi di masa Pandemi seperti sekarang, bapak ibu juga merasakan bagaimana kita lebih disibukkan dengan segala jenis kegiatan pembelajaran, karena saya merasa daring jauh lebih banyak persiapan daripada tatap muka,” curhat Bu Nora…hehe…

Sehingga  skala prioritas menjadi pilihannya  agar semua pekerjaan terselesaikan

2.     2.  Malas dan jenuh menjadi masalah kedua, dan hingga sekarang pun masih menghinggapi 🤭🤭🤭

Bu Nora  tipikal orang yang jenuh jika mengerjakan kegiatan yang sama berulang. Akhirnya jika penyakit itu menghinggapi,  beralih ke kegiatan lain sebagai refreshing. Biasanya nonton film, jika tidak baca novel online atau apapun yang membuatnya nyaman. Jika baterai semangat sudah penuh, langsung tancap gas untuk kembali berkarya. Tetapi keadaan ini tidak  dibiarkan berlarut2, cukup 1-2 hari untuk bersantai, lalu kembali on berkarya

3.     3.  Krisis ide

Jika sudah seperti itu Bu Nora menerapkan jurus bapak Akbar Zainuddin, karena segala sesuatu yang kita rasa, kita lihat dapat dijadikan ide

Contoh nya, ketika kita nonton film, mungkin ada sesuatu yang dirasakan setelah menonton acara tersebut, ini dapat dijadikan bahan tulisan

Saat rekreasi, juga bisa dijadikan bahan tulisan. Bisa mengulas bagaimana indahnya tempat tersebut dan lain sebagainya.

Berikut ini adalah beberapa contoh tulisan Bu Nora ketika menerapkan jurus bapak  Akbar Zainuddin

https://noraliapurwa.blogspot.com/2020/05/eksotika-pantai-bandengan-jepara.html

(Tulisan ketika jalan2)

https://noraliapurwa.blogspot.com/2020/05/memahami-dunia-anak-lewat-tontonan.html

(Ketika menonton acara TV)

https://noraliapurwa.blogspot.com/2020/06/menjadi-orang-tua-kedua.html

( curhatan  ketika merasakan beratnya menjadi wali kelas di masa pandemi)

Intinya, apapun yang kita rasakan dan pikirkan, dapat diubah menjadi sebuah tulisan, karena saya yakin, tidak ada yang tidak bisa menulis, karena menulis bagi saya  sama dengan berbicara. Bedanya hanya dituangkan lewat tulisan, ungkap Bu Nora.

4.      4.  masalah perbendaharaan diksi.

 Jika saya sudah mentok kosa kata, membaca artikel orang lain atau membaca novel atau  Karya apapun silahkan dibaca. Karena dengan banyak membaca, akan memperkaya diksi.

5.      5. Takut menulis karena takut salah.

 Ini  dialami Bu Nora ketika di awal bergabung di grup menulis dengan om Jay, tetapi om Jay meyakinkan bahwa tulis saja dulu apa yang kita pikirkan, jangan permasalahkan EYD atau kaidah kebahasaan yang lain, cukup tulis hingga selesai.

Jika sudah,baca berulang lalu lakukan editing sesuai kaidah. Jika dari awal kita sudah memikirkan EYD dan yang lain, maka tidak akan terwujud tulisan. Ketika mempraktekkannya, akhirnya tulisan dapat mengalir sendiri

Alhamdulillah, sangat banyak cerita Bu Nora tentang pengalaman menulisnya. Sebelum mengakhiri, ada pesan dari Bu Nora sebagai berikut : “Oh Ya sekaligus promosi ya, semua kiat tentang penulisan, bagi penulis pemula, dapat dibaca di buku ini. Info pemesanan dapat japri saya. Insyaallah buku ini sangat bermanfaat karena hasil materi dari narasumber hebat juga, seperti pak Akbar Zainuddin, pak Munif Chatib, om Jay, prof Eko Indrajit, dan. Lain sebagainya. Ketiga buku yang lain , jika ada yang berkenan memesan, dapat japri ke saya.”

 

 

 

Dan jangan lupa, kiat menulis saya adalah : NIAT, PAKSA, MAU.

Niat untuk mau menulis harus ada, tentunya harus dipaksa juga karena jika hanya ada niat tetapi tidak ada kemauan kuat alias pemaksaan, maka kata MAU tidak akan terwujud.


(Materi ini disampaikan pada hari Rabu, 21 Oktober 2020 )




Alhamdulillah, saat saya bisa menulis resume ini, buku Bu Nora yang diceritakan di atas masih dalam proses, sekarang sudah ada di hadapan para pembaca.

Rabu, 20 Januari 2021

My Milad, 20 Januari 2021

 



                                          Happy milad ustadzah nurin🎂🥳🥰sugeng ambal warso,,happy birthday,, barakallah fii umrik,, barakallah fii rizqi , barakallah fii 'ilmi ...semoga selalu dalam lindungan gusti Allah...diberikan kesehatan,,pokoknya do'a yg baik² kangge njenengan,,, jazakillah sudah membagi ilmunya kapada saya dan teman² menjadi guru yg sabar dan baik ...kami mohon maaf kalau masih banyak kekurangan...semangat nggih ust 🥰 eh ust kalau muter vidionya jangan kenceng² nggih nanti mundak menjumbul 🤣🤪






matursuwun untuk dulurs di FB, WAG, ataupun WApri, terkhusus Abah n anak sholih and sholihahku, atas ucapan dan doanya untukku
teriring doa yang sama dan terbaik untuk panjenengan semua
jazaakumullah khairan katsiira


Alhamdulillah, di hari miladku, aku hadiahi diriku sendiri dengan mencoba membuat CERKAK

pukul 21.52 WIB kirim

Tambah Ilmu ing Mangsa Pandemi Covid-19

                       Kaya biasane, yen arep mlebu sekolahan sakwuse prei, padha reresik lan tata-tata. Senajan durung pasti arep mlebu ing sekolahan utawa isih sinau saka omah (BDR), nanging wis sepakat Sabtu budal ing sekolahan kanggo persiapan minggu ngarep, dina Senin awal semester loro. Aku kebagian nata buku-buku ing lemari perpustakaan karo salah sijine kanca guru, sing biasa kasebut ustadzah ing lembagaku, yaiku Ust Aina.  Sinambi ngobrol, ben ora krasa olehe mergawe, mbuh kepriye kok ngobrol babagan  angen-angen lan eling-eling sakjerone semester wingi.

“Ust, sak semester luwih wingi, ing sakjerone mangsa pandemi covid-19 opo wae ya sing bisa disyukuri?” Emm..apa yo? Isih bisa nafas, sehat, rejeki, yo meskipun pas pasan, pas butuh ono, hehe…yo wis gak ono maneh,” Ust Aina,wis rumangsa cukup jawabe. “Lali tenan tha iki, yo wis tak elingke, sak liyane kabeh kuwi mau, yaiku tambah ilmu.” Ujarku karo noto tumpukan buku. “Ya Allah, iyo, yo, kok sampek lali aku, padahal  Alhamdulillah banget senajan ing mangsa pandemi covid iki, awake dhewe bener-bener tambah ilmu. Opo wae yo, ayo coba dieling-eling bareng-bareng.

Sepisan, pas awal-awal isih bingung arep menehi opo ning bocah-bocah sing wis diamanahke ning sekolahan. Banjur rembugan karo kanca guru liyane. Nah wektu iku  pas ono mahasiswa PPL saka kampus IAI Sunan Giri Bojonegoro, lan ana usulan nggawe video pembelajaran. Gusti Allah SWT pancen seneng karo An Nuur, lha kok yo pas ono sing PPL ning kene ing wayah PJJ utawa BDR iki. Dadi yo sing nduwe ilmune terus diajarke ing kanca-kanca guru An Nuur. Malah bersyukur banget akhire ditularno uga karo sak kanca guru ing kecamatan Purwosari. Kerja bareng karo Himpaudi nganakne acara Workshop Pembuatan Video Pembelajaran. Manggon ing sekolahane dhewe yaiku TPA-KB-TK Islam An Nuur Purwosari. Sing melu workshop langsung praktek lan didampingi mahasiswa, dibagi dadi wolu kelompok. “Iyo aku eling banget, awal praktek nggawe video pas tema “Makanan dan Minuman Sehat, “ Ust Aina langsung eling. “Aku  kebagian sub tema buah-buahan,” sahutku. Kabeh guru wajib nggawe kanggo dishare ing WAG kelompoke dhewe-dhewe. Ana sewelas rombel KB lan TK Islam An Nuur,  TPA ne prei dhisik. Sakwuse dishare, masyaAllah bersyukur banget wong tuwo murid podho seneng. “Apik ust, mbak Yumna seneng banget, diputer terus videone ustadzah,” jarene ing WAG kelompokku. “Iyo podho, anakku yo njaluk diputerke terus, sing sering-sering nggih ust,”sahut liyane. Alhamdulillah, dadi manfaat ilmune, biso kanggo pilihan model pembelajaran Daring.

Kapindho, pas melu WorkShop Virtual saka PGRI Kabupaten Bojonegoro babagan “Pemanfaatan Literasi Digital Untuk Pengembangan Model Pembelajaran Jarak Jauh,” Iki sing uga manfaat banget kanggo nggawe media pembelajaran sing nganggo bahan kertas. Entuk ilmu macem-macem babagan digital, ana tutorial zoom lan liya-liyane.  Khususe sing  migunani banget kanggo bocah ing PAUD yaiku Flash Card. Awake dhewe langsung praktek nggawe yo, wektu iku, tinimbang tuku lumayan regane. “Yen aku, sing sering tak praktekna nggawe ucapan-ucapan utawa ganti-ganti photo profil nganggo ilmu canva saka workshop iki,”critaku karo senyum-senyum dhewe. “Ow, makane saiki kok sering ganti profile sampeyan, jebule nganggo ilmu canva.com,” jare Ust Aina karo nyampuli buku perpustakaan.

Kaping telu, melu webinar utawa seminar online. “Yen iki sampeyan Ust sing sering banget  melu yo, kan sertifikate kanggo tha yen PNS, yen aku melune yo pas bareng-bareng ning sekolahan kae, nobar pelatihane saka IHF,” jare Ust Aina. “Lan, isoku melu pas ing sekolahan, kan ana wifine, lha lumayan lho yen kanggo zoom, pulsane entek akeh,” diteruske uneg-unege karo sinambi nglebokke buku-buku ing lemari. “Hehe…yo piye maneh Ust, aturane pancen ngono, kanggo nyicil ngumpulke angka kredit. Eh  tapi sing penting kan awake dhewe sakliyane  entuk ilmu saka webinar, saiki dadi bisa  ngoperasikno laptop utawa HP kanggo zoom. Boro-boro sakdurunge, kenal karo lek zoom wae ora tha yo,” guyonku ben iso ngilangi roso sumuk sing mulai krasa ning awak. Malah bersyukur uga, ing kecamatan Purwosari Ketua Korwil nganaake absen saben esuk nganggo zoom.  Salah siji tujuane yaiku guru PAUD ben  kabeh bisa ngikuti perkembangan iptek.

Alhamdulillah, bersyukur ing kabeh kahanan banget disaranake dening agama. Ing Agama Islam ana ayat sing ngelingke yaiku Al Qur’an Surat Ibrahim : 7 sing artine “ Sejatine sopo sing bisa bersyukur, Allah SWT arep nambah nikmat, ananging yen ngingkari nikmate Allah SWT, adzab Allah SWT banget abote.”. Mula saka iku, senajan mangsa pandemi covid-19, yen tetep bisa syukur marang Allah SWT, ana nikmat sing bisa dirasaake yaiku  tambah ilmu.

Sejatine isih akeh maneh ilmu sing bisa diceritaake, iki kanggo conto wae. Sing penting mugo-mugo ilmune bisa dadi ilmu kang migunani ing agama, donya lan akhirat, Aamiin.

 

Banjarjo-Padangan, Rabu, 20 januari 2021/7 Jumadal Akhir 1442 H

 


Biografi Penulis

Nurin Nuzulia,S.Pd.AUD, M.Pd

Lahir di Bojonegoro, 20 Januari 1972  tepatnya di desa Kuncen Kecamatan Padangan Kabupaten  Bojonegoro. Domisili sekarang di desa Banjarjo kec. Padangan. Kabupaten Bojonegoro.

Berkecimpung di dunia PAUD sejak tahun 1997, diawali di Day Care Centre dan  Kelompok Bermain Yayasan Indrya Paramartha Yogyakarta (1997-2001), kemudian di TKIT dan SDIT di LPIT BIAS  Yogyakarta (2001-2003).

Pada bulan Juli 2003 hijrah ke Bojonegoro dan bersama keluarga mendirikan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) An Nuur yang berlokasi di Jalan Raya Purwosari  no. 164 desa Purwosari, kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro. Layanan yang didirikan pertama adalah Taman Kanak-Kanak (2003), menyusul Kelompok Bermain  (2006), kemudian SDIT (2010), dan TPA (Taman Penitipan Anak) tahun 2014.

Sampai saat ini aktifitas sehari-hari adalah sebagai Guru di TK Islam An Nuur Purwosari, dan sebagai Pengurus di Forum PAUD Kabupaten Bojonegoro.

Sebagai pendidik PAUD juga  ingin terus berlatih menulis, ingin memiliki sebuah karya.

Alhamdulillah sudah memiliki buku solo meskipun baru satu

 “Kisah Sebuah Almari” (Des, 2018)

 Beberapa tulisan yang masih bergabung dengan para penulis lainnya adalah sbb. :

             1.      Menyirami Tanaman Masa Depan ( April 2017 ), 

2.      Membaca Indonesia dari Bojonegoro (Mei 2017).

3.      Bukan Guru Gagal(Juni 2017),

4.      Kumpulan Puisi Lima Bahasa, Aku dan Muridku (Agustus 2017),

5.      Setangkai Bunga Untuk Ibu (Nov 2017),

6.      Simfoni Umar Bakri (Nov 2017),

7.      Ragam Pantun 25 Guru Indonesia(Juli 2018).

8.      Bunga Rampai Esai PBG  (Des,2018 ),

9.      Puisi Akrostik (Mrt,2019)

10.  Goresan Pendidik PAUD (Feb,2020)

11.  Waspada Gelombang Kedua Corona (Agustus 2020)

12.  Kearifan Kampung Nusantara (Agustus 2020)




 

 

 


Senin, 18 Januari 2021

Do'a untuk Beliau Bertiga (Pengurus YPI AN NUUR)

 


Ya Allah...17 tahun yang lalu di tanggal ini, Bapak kami Engkau panggil menghadapMu. Hari Ahad saat itu dan di hadapan saya, kurang lebih pukul 15.30 WIB.Ceritanya panjang,  khawatir kemalaman, karena saya harus tetap menjaga imun di hari ke delapan isolasi mandiri. 

       Bapak menjadi ketua YPI AN NUUR Purwosari Bojonegoro pertama kali meskipun hanya 6 bulan.Hanya doa dari saya dan kami semua, semoga tetap terlantun kepada Bapak H. Dachli Bin Hasyim. Bapak sudah tenang di sisi Allah SWT. Semoga Bapak mendapat JannahNYA...Aamiin. Kami berempat, putra putrimu dipilihkan oleh Allah untuk mengikuti jejak langkah Bapak, yaitu di dunia Pendidikan. Alhamdulillah kakak kami yang pertama telah mendirikan Pondok Pesantren AT TAQWA di Cilodong Depok. Semoga YPI An Nuur juga bisa mengikuti Yayasan AT Taqwa, memiliki Pondok Pesantren, Aamiin.


            Kemarin malam ( Ahad malam Senin) tujuh harinya Bapak mertua saya ( H. Djasmiran).  Beliau juga tercatat sebagai Pelindung YPI AN NUUR. Ketika acara Haflah Akhirus Sanah, Bapaklah yang selalu kebagian menutup dengan DO'A. Beliau juga termasuk salah satu imam di masjid besar Al Muttaqin di desa Purwosari. Saya dan suami hanya bisa sholat ghaib dan tahlil dari rumah, karena baru hari ke-5 isoman. Saya berusaha untuk menguatkan suami, karena belum 50% kondisinya membaik. Masih terlihat pucat, namun Alhamdulillah sudah bisa ikhtiar  naik ke lantai atas untuk berjemur. Menangis dan sedih itu sangat wajar, apalagi kalau mengingat dua saudara laki-laki, yaitu kakak dan adik, serta satu lagi adik perempuan tidak bisa ikut memandikan dan mengiringi jenazah Bapak. Ya, hanya adik perempuan yang bungsu ( Bu Kades Purwosari ) bisa ikut mengurus jenazah Bapak. MasyaAllah, Allah semua yang Maha Mengatur semua kejadian di muka bumi ini. Tidak ada yang mengetahui akan terjadi situasi dan kondisi seperti ini. Kami semua ikhlash Yaa Allah...
            Memang kami,  keluarga besar AN NUUR dari TPA-KB-TK-SDIT AN NUUR telah mengikhlashkan kembali setelah 12 hari suami adik ipar saya ( H. Muhariyadi ) yang juga sebagai pengurus YPI An Nuur berpulang keRahmatullah. Belum kering bunga yang bertabur di makam adik kami, Allah memanggil bapak kami. Semoga semuanya berkumpul di SurgaMu Ya Allah bersama ulama ahlul Qur'an Syekh Ali Jaber yang Engkau Panggil menghadapMu juga dua hari setelah bapak kami (Kamis, 14 Januari 2021 )

Doa kami semua untuk Beliau -Beliau :

        Allahummaghfirlahum warhamhum wa'afihim wa'fu 'anhum.

        Allahumma laa tahrimna ajrohum walaa taftinna ba'dahum waghfirlanaa walahum, Aamiin.


Banjarjo- Padangan, isoman ke-8, Senin, 18 Januari 2021/5 J. akhir 1442, pukul 22.30 WIB





Alhamdulillah banyak yang mendoakan Beliau-Beliau,
atas nama keluarga dan pengurus YPI An Nuur Purwosari Bojonegoro
mengucapkan terimakasih teriring doa Jazaakumullah khairan katsiiraa
Aamiin.









Malam 21 Ramadan 1447 H

Alhamdulillah...bertepatan dengan Hari Selasa, 10 Maret 2026, dari pagi berusaha untuk menjadi anak yang berbakti kepada orang t...