Senin, 05 April 2021

Program IHF: SK dan SM

 



#latihan menulis 

#Senin, 5 April  2021/ 1442

Program IHF Sekolah Koordinator (SK) dan Sekolah Mitra (SM).

Mendapat undangan untuk mengikuti pertemuan program IHF di RA dan KBIT Al Hikmah Katur Gayam. Saya dan kepala sekolah TK yang berangkat, karena saya sekalian silaturrahim ke kepala sekolahnya. Pernah menjadi teman seperjuangan di HIMPAUDI Kabupaten, sehingga ingin tetap menyambung tali silaturrahim ini. 

Alhamdulillah semoga dengan adanya program ini bisa menjadikan kami lebih baik dalam mendampingi PAUD. Aamiin




#Jum'at, 5 Maret 2021/21 Rajab 1442

Arisan, sebuah kata yang saya dengar sejak usia SD sampai SMP. Bahkan waktu itu saya sudah diberi tugas ibu saya untuk "narik arisan." ke beberapa tetangga. Naik sepeda ontel warna putih, di sore hari setelah pulang dari "sekolah Arab" (kalau sekarang TPQ). Menerima, menghitung dan menyampaikan ke ibu, itu yang saya ingat.

Juma'at sore ini ibu saya memulai lagi ARISAN RUMAH, maksudnya arisan yang pesertanya tetamgga rumah. Entah sudah yang kesekian puluh kali mungkin kegiatan ini dilakukan beliau. Kalau yang ARISAN PASAR, menurut cerita ibu saya sejak saya lahir, berarti sudah 49 tahun. 

Arisan menurut KBBI berarti 




Selasa, 30 Maret 2021

Membersamai Ibunda di malam Jum'at

 catatan tanggal 4 Maret 2021/ 20 Rajab 1442


Hari Kamis malam Jum'at kedua kami membersamai ibunda. Atas permintaan beliau setelah 40 hari wafatnya bapak kami yang biasa kami memanggil kakung. Oya kalau ibunda, kami memanggil Ayi. Kata Ayi di malam 40 harinya kakung " Lha iyo mengko lak sepi yo nek wis bar patang puluhe,"  (lha iya, nanti jadi sepi ya kalau sudah selesai 40 harinya kakung), sambil keluar air mata. Memang di keluarga kami mengadakan yasin tahlil setiap malam jum'at setelah tujuh hari sampai 40 hari. Alhamdulillah jama'ah tahlil ibu-ibu aetelah maghrib, dan dilanjut jamaah tahlil bapak-bapak setelah isya'. Oleh karena itulah Ayi kemudian meminta masih terus ada yasin tahlil di malam Jum'at namun keluarga saja. 

Di malam Jumat pertama, Ayi yang masak, lalu untuk kali ini kami putra-putri serta para menantu dan cucu berunding untuk membawa makanan dari rumah masing-masing. Kalau sebelumnya acaranya setelah maghrib, mulai kali ini bukber di rumah Ayi. 

Hari Rabu sudah mulai ramai di WAG Big Family JasMin. Ada yang tanya besuk bawa apa, besuk masak apa. Oseng pentol, sambal penyet, sudah muncul. "Lha kok yang enteng-enteng sudah ada yang bawa, terus qta bawa apa ya Bah," tanyaku ke abah sambil terus cari ide. Lalu saya ikutan ngobrol di WA, "yang penting bawa ya, bawa apa saja, sambil saya beri icon senyum. Hehe..ya beginilah nasibnya kalau kurang punya keahlian dalam masak memasak. eh, syukurlah tiba-tiba abah punya ide yang cemerlang "Bawa krupuk pecel saja, gampang dan kalau ada yang comment sambalnya kurang bagaimana kan yang buat bukan kita," haha..edisi kurang pe dhe karena yang lain pinter masak. Abah juha paham kemampuan istrinya. 

Berangkatlah kami esuk hari atau Kamis pagi ke pasar untuk beli sayuran dan lainnya. Sudah lama tidak ke pasar, karena memang jarang masak. Terkadang belanja di depan sekolah atau di depan pabrik rokok Sampurna. 

sore hari setelah siap semua, "cekrik" kamera realme menampakkan krucel atau krupuk pecel di WAG. comment dari keponakan Jakarta disusul yang lainnya. Ya, syukurlah, dengan menu yang sederhana dan mumer ternyata banyak yang suka. Tetap keren juga saat bersanding dengan menu-menu lainnya. 

Namun itu semua tidak tujuan utama. Yasin dan Tahlil mendoakan Kakung serta membersamai Ayi adalah harus diniatkan pertama.  Keluar air mata saya di maljum kedua ini setelah melihat foto almarhum bapak yang ada di buku Yasin Tahlil yang saya baca. 

Astaghfirullahal'adziim, Ya Allah...semoga Engkau mengampuni dosa hamba-hambaMu ini..Aamiin




Fatayat Ranting mendapat rizqi "Seragam Fatayat"

 catatan aktivitas di tanggal 3 Maret 2021/19 Rjb 1442



Alhamdulillah mendapat rizqi seragam fatayat, tiap ranting tujuh sahabati. Jazaakumullah khairan katsiira semoga yang menjadi wasilah rizqi dari Allah mendapatkan balasan yang lebih baik dan lebih banyak ..Aamiin.

Sore hari saya undang para sahabati sambil membawa KTP asli, karena syarat laporannya demikian. Mengirim foto penerimaan dan foto KTP asli. Ya sudah memang prosedurnya seperti itu diikuti saja. Akan mendapatkan sesuatu ya harus berikhtiar dahulu. Kirim data  pengurus yang belum memiliki seragam dan saya utamanakn memang yang masih muda-muda. Sebagai penerus fatayat di ranting Banjarjo-Padangan-Bojonegoro



Pagi hari di sekolah, kami mengumpulkan perwakilan orang tua /wali murid setiap kelas dua ortu.

Kamis, 25 Maret 2021

Akreditasi UNUGIRI Bojonegoro Prodi PIAUD

 Selasa, 2 Maret 2021/18 Rajab 1442





   Pagi ini sambil meyiapkan yang akan saya bawa, sekali lagi saya lihat jam yang ada di undangan. Tertulis 07.30-selesai, saya tidak melihat yang lainnya. Alhamdulillah ada ust Asti mampir ke rumah dulu sebelum ke sekolah yang mengingatkan kalau disuruh membawa surat tugas. “MasyaAllah, ada tha ust,” jawab saya agak kaget juga karena belum buat. “Iya ust kemarin sebenarnya sudah dibuatkan di sekolah tapi ketinggalan,” kata ust Asti. “Ya sudah, masih ada waktu untuk membuat,” balas saya sambil mondar-mandir mencari kaos kaki. 

Kurang lebih pukul 07.10 WIB keluar rumah sebentar, lalu ada bis. Bis Cendana warna kuning yang lumayan sering saya naik ini saat akan ke kota Bojonegoro atau pulangnya. Butuh waktu satu jam untuk sampai tujuan yaitu kampus UNUGIRI. Terkenang saat masih mengajar di  sana, saya sempatkan untuk baca-baca yang akan saya sampaikan nanti. Hehe…tapi lebih menang kantuknya daripada lihat tulisan. Ya sudah, buku saya tutup dan mata saya pejamkan. Seperti saat di bis ini,  saya lihat sebelah saya mulai tidur satelah buka-buka HP, saya pun mengikutinya. Meskipun tidak bisa nyenyak tidur di kasur, namun paling tidak bisa mengistirahatkan mata. Hehe...pagi-pagi kok ya ngantuk ya. Tapi memang seringnya saya ingin memejamkan mata saat naik bis

“YPM…YPM…,” syukurlah terbuka mata saya saat kernet bis teriak. Ternyata ada yang turun sama dengan saya.  

Setelah berapa tahun ya saya tidak belajar lagi bersama mahasiswa di sini? Ternyata  sekarang berbeda suasananya. Sedang membangun lagi gedung baru atau merehab gedung yang sudah ada, saya kurang memperhatikan dengan seksama. Langsung masuk ruangan yang sepertinya untuk ruang tunggu, karena di sana sudah ada beberapa mahasiswa yang terlibat pula di akreditasi ini. 

Tak berapa lama saya dipersilahkan menunggu di ruangnya Bu Direktur Program Pasca Sarjana, Bu Dr.Hj. Sri Minarti, MPdI. Di sana sudah ada bu Ira dari TK ICP, dan menyusul Bu Camat Bojonegoro. Kami bertiga diundang sebagai stakeholder dari prodi PIAUD. Saling berkenalan dan ngobrol untuk mengisi suasana menunggu yang kata orang menjemukan. 


Setelah beberapa menit, kami diberitau bahwa saatnya giliran kami untuk mengikuti proses akreditasi. Sebelumnya saya tidak membayangkan dengan suasana virtual. Saya kira offline, seperti tahun berapa itu saat akreditasi pertama. Langsung kami diminta untuk menempati kursi yang telah tersedia laptop dan headphone. Untuk pertama kalinya saya memakai alat ini ketika zoom. Pertama  dipersilahkan dari kepala RA ICP menjawab beberapa pertanyaan dari asesor. Semua yang ada di ruangan dapat mendengarkan pertanyaan ataupun jawaban yang disampaikan. Sambil mendengarkan bu Ira, saya menata hati agar dapat menjawab apapun nanti yang akan ditanyakan dengan tenang dan dapat tepat jawaban saya. 




Alhamdulillah tiba giliran saya dengan beberapa pertanyaan saya dapat menjawab dengan tenang. Karena memang saya terlibat langsung dengan para mahasiswa yang pernah PPL di lembaga kami, sehingga menjawab apa adanya. Ada sih sepertinya yang terlalu muluk saya jawab, yaitu harapan terhadap prodi PIAUD. Saya jawab semoga bisa menyediakan kelanjutan dari S1 yaitu S2 PIAUD. Namun ini memang keluar jawaban saya ini secara jujur. Hehe..tidak mengapa nggih Bu Direktur Pasca dan bu Kaprodi PIAUD? Semoga bisa benar-benar terealisir, Aamiin. Oya dan semoga jawaban-jawaban saya dapat menambah nilai dari para Asesor..Aamiin




Alhamdulillah kurang lebih satu minggu hasilnya telah keluar, saya melihat di IG dan FB mendapat nilai B. semoga berikutnya bisa meraih A. Aamiin




Rabu, 10 Maret 2021

Kegiatan PAC Fatayat NU Padangan-Bojonegoro

 


Bismillah, mulai Senin, 1 Maret 2021/ Rajab 1442

Alhamdulillah saya tulis di Gurusiana juga

PAC Fatayat NU Padangan- Bojonegoro adakan Pelatihan Pembuatan Deterjen




Alhamdulillah saat saya copas tulisan di sini, hasil praktek saat pelatihan sudah jadi dan di kemas meskipun masih dalam bentuk yang sederhana. Untuk souvenir yang hadir di acara reses dari DPR Propinsi.Inilah bentuknya :






Di ujung bulan Februari 2021, cuaca Ahad pagi kemarin semakin bertambah cerah karena terpancar dari seragam fatayat yang dikenakan para peserta pelatihan. Berbaju seragam warna hijau segar dengan jilbab putih, menampakkan semangatnya untuk mendapatkan ilmu. Tentunya tak lupa tetap menerapkan prokes, sehingga merelakan masker menutupi kecantikan yang diberi oleh Allah SWT Yang Maha Membentuk Rupa.

Serangkaian acara pembukaan Alhamdulillah berjalan lancar. Dari qiro’ah sampai mars Fatayat NU serta sholawat berlanjut sambutan dari ketua PAC Fatayat NU Ibu Hj. Miftahur Rohmah, kemudian ketua MWC NU, Bapak KH Abdul Wahid M.,atau lebih akrab dipanggil Gus Wahid yang sekaligus membuka acara Pelatihan ini. Hadir pula ketua PAC GP Ansor, Gus Jakfar Al Mansur dan sekretarisnya, Gus Lukman.

Acara pelatihan yang dihadiri oleh dua utusan tiap ranting ini dipandu oleh moderator yang sudah tidak asing lagi dengan suaranya khas MC, yang sangat enak didengar, siapa lagi kalau bukan sahabati Ulil Himmah. Dengan mendatangkan sahabati Fatayat NU dari Kecamatan Trucuk sebagai nara sumber, yaitu sahabati : Yunia, Dian dan Ninik.

Acara berlangsung serius namun santai, karena langsung praktek, Antusiasme para peserta untuk melihat lebih dekat dan ikut praktek mengaduk-aduk, menunjukkan kesunguhannya untuk segera ingin bisa dan segera dipraktekkan di rantingnya. Hanya dua macam yang dipraktekkan, karena mengingat waktunya yaitu deterjen cair dan sabun cupir (cuci piring). Sebenarnya masih ada beberapa macam yang sudah diproduksi di Trucuk, yaitu: pewangi, deterjen bubuk, handsoup dan pembersih kerak. Semoga di lain waktu dapat menimba ilmu lagi tentang pembuatan yang lainnya. Untuk dua jenis sabun yang dipraktekkan, inilah bahan dan caranya.

Semoga terus semangat para pengurus PAC Fatayat NU serta pengurus ranting kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur dalam upaya peningkatan kreatifitas anggotanya untuk mengembangkan perekonomian mandiri di lingkungan masing-masing.








Selasa, 23 Februari 2021

HARLAH NU ke 95

 


Masih ingin mengenang dan menyimpan twibbonize HARLAH NU, karena saya punya tulisan tentang ke NU an. 

                                       


Alhamdulillah, dari ibuk saya, saya kenal NU. Sejak TK diopyaki ibuk untuk ngaji di mushola simbah, tapi lebih kerennya ning langgare mbah Sin (Muhsin, bapaknya ibuk) ngaji turutan setiap bakda maghrib, di desa Kuncen Padangan.  Tahlil dan banyak jajan di setiap malam jum'at. Lalu SD diopyaki setelah sekolah pagi untuk sekolah Arab (sekarang TPQ atau madrasah) jam 2 siang sampai jam 4 sore, (di mbah H Bishri,  pakleknya ibuk), di desa Mbaru/Banjarjo Padangan. Menjelang maghrib diopyaki lagi untuk berangkat ke langgar,  dan mulai ikut-ikutan ngaji kitab bakda isya ke kakaknya ibuk (pak dhe Sadili) dengan mbak2 yg sudah SMP. Saat SMP diopyaki lagi ikut dzibaan,  barzanji sama ibu2 temannya ibuk.  Alhamdulillah semuanya saat itu melaksanakannya dengan senang hati. Mainan,  dolan,  gak pernah dimarahi,  dan gak pernah diopyaki utk tidur siang, yang penting ingat jam-jam ngaji dan sekolah arab. Matursuwun semuanya ibuk... Semoga ibuk diberi Allah SWT kesehatan dan usia dalam ketaqwaan dan amal sholih... Aamiin🤲🏻

Rabu, 10 Februari 2021

Kiat Menulis : NIAT, PAKSA, MAU

 

Resume 8

Narsum : Noralia Purwa Yunita

Moderator : Mr. Bams


“Buku merupakan sejarah saya. Jika saya sudah mati nanti, melalui buku, nama saya bisa diingat. Karya saya masih dapat dinikmati dan hidup, meskipun raga sudah tidak ada."

"Berkarya ketika waktu luang itu biasa, namun berkarya di tengah kesibukan yang luar biasa, itu baru istimewa.

 (Noralia Purwa Yunita, M.Pd)

 

Memiliki nama lengkap Noralia Purwa Yunita, M.Pd ini lahir di Kudus, 12 Juni 1989. Putra pertama dari dua bersaudara dengan ayah bernama Ali Achmadi, S.Pd dan ibu Noor Fatkhiyah, S.Pd.SD. Sekarang berdomisili di Semarang mengikuti suami dan bersama dua balitanya.

Pernah mengambil kuliah program sarjana di Univeritas Negeri Semarang yang kemudian dilanjutkan program magister pendidikan di Universitas Negeri Semarang juga. Saat ini  bekerja sebagai pengajar di SMP Negeri 8 Semarang. Selain mengajar, juga aktif menulis di blog dan tergabung dalam komunitas sejuta guru ngeblog. Sebagai penulis baru di Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan, salah satu tim admin di website guru penggerak, anggota Komunitas Koordinator Virtual Indonesia (KKVI), anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran Prakarya dan IPA, serta Pembimbing ekstrakurikuler KIR SMP.

Prestasi yang pernah diraih  adalah Juara Harapan I lomba karya tulis di Universitas Negeri Semarang. Program pendanaan Dinas Provinsi Jawa Tengah pada program fasilitasi karya ilmiah tingkat Provinsi Jawa Tengah. Program pendanaan LPPM pada usulan program pengabdian masyarakat. Program pendanaan DIKTI pada program kreativitas mahasiswa tingkat nasional. Pendanaan program Student Grand Hibah  DIKTI, serta sebagai pembimbing yang mengantarkan tim menjadi juara I lomba karya tulis ilmiah SMA tingkat Jawa tengah.

            Di masa pandemi covid-19 ini, Bu Nora memulai lagi berkarya. Tidak lepas dari tangan dingin Omjay pula, karena bisa berkarya lagi dengan mengikuti pelatihan menulis yang diadakan oleh OmJay bersama teman-teman PGRI. Diantara karyanya adalah empat buku, satu buku solo, satu kolaborasi dengan Prof Eko dan dua buku antologi. Selain buku, ada beberapa artikel yang juga terbit di media cetak. Artikel kedua di majalah pendidikan geliat gemilang Bandung. Ada 3 buku yang sedang proses pembuatan. Buku solo berjudul “Kiat menulis modul berbasis riset,” hasil dari pengubahan tesis menjadi buku. Buku kedua seri ekoji academy kolaborasi dengan Prof Eko berjudul Gamifikasi, belajar menyenangkan seasyik bermain game.” Dan buku antologi dengan siswa berjudul “Aku dan Corona.” Semuanya sedang dalam proses pengerjaan, harapan Bu Nora semoga sebelum akhir tahun dapat terselesaikan. Aamin

Ada beberapa kendala  yang dikemukakan Bu Nora selama proses pengerjaan beberapa buku tersebut, antara lain :

 1.  Banyaknya kegiatan

Apalagi di masa Pandemi seperti sekarang, bapak ibu juga merasakan bagaimana kita lebih disibukkan dengan segala jenis kegiatan pembelajaran, karena saya merasa daring jauh lebih banyak persiapan daripada tatap muka,” curhat Bu Nora…hehe…

Sehingga  skala prioritas menjadi pilihannya  agar semua pekerjaan terselesaikan

2.     2.  Malas dan jenuh menjadi masalah kedua, dan hingga sekarang pun masih menghinggapi 🤭🤭🤭

Bu Nora  tipikal orang yang jenuh jika mengerjakan kegiatan yang sama berulang. Akhirnya jika penyakit itu menghinggapi,  beralih ke kegiatan lain sebagai refreshing. Biasanya nonton film, jika tidak baca novel online atau apapun yang membuatnya nyaman. Jika baterai semangat sudah penuh, langsung tancap gas untuk kembali berkarya. Tetapi keadaan ini tidak  dibiarkan berlarut2, cukup 1-2 hari untuk bersantai, lalu kembali on berkarya

3.     3.  Krisis ide

Jika sudah seperti itu Bu Nora menerapkan jurus bapak Akbar Zainuddin, karena segala sesuatu yang kita rasa, kita lihat dapat dijadikan ide

Contoh nya, ketika kita nonton film, mungkin ada sesuatu yang dirasakan setelah menonton acara tersebut, ini dapat dijadikan bahan tulisan

Saat rekreasi, juga bisa dijadikan bahan tulisan. Bisa mengulas bagaimana indahnya tempat tersebut dan lain sebagainya.

Berikut ini adalah beberapa contoh tulisan Bu Nora ketika menerapkan jurus bapak  Akbar Zainuddin

https://noraliapurwa.blogspot.com/2020/05/eksotika-pantai-bandengan-jepara.html

(Tulisan ketika jalan2)

https://noraliapurwa.blogspot.com/2020/05/memahami-dunia-anak-lewat-tontonan.html

(Ketika menonton acara TV)

https://noraliapurwa.blogspot.com/2020/06/menjadi-orang-tua-kedua.html

( curhatan  ketika merasakan beratnya menjadi wali kelas di masa pandemi)

Intinya, apapun yang kita rasakan dan pikirkan, dapat diubah menjadi sebuah tulisan, karena saya yakin, tidak ada yang tidak bisa menulis, karena menulis bagi saya  sama dengan berbicara. Bedanya hanya dituangkan lewat tulisan, ungkap Bu Nora.

4.      4.  masalah perbendaharaan diksi.

 Jika saya sudah mentok kosa kata, membaca artikel orang lain atau membaca novel atau  Karya apapun silahkan dibaca. Karena dengan banyak membaca, akan memperkaya diksi.

5.      5. Takut menulis karena takut salah.

 Ini  dialami Bu Nora ketika di awal bergabung di grup menulis dengan om Jay, tetapi om Jay meyakinkan bahwa tulis saja dulu apa yang kita pikirkan, jangan permasalahkan EYD atau kaidah kebahasaan yang lain, cukup tulis hingga selesai.

Jika sudah,baca berulang lalu lakukan editing sesuai kaidah. Jika dari awal kita sudah memikirkan EYD dan yang lain, maka tidak akan terwujud tulisan. Ketika mempraktekkannya, akhirnya tulisan dapat mengalir sendiri

Alhamdulillah, sangat banyak cerita Bu Nora tentang pengalaman menulisnya. Sebelum mengakhiri, ada pesan dari Bu Nora sebagai berikut : “Oh Ya sekaligus promosi ya, semua kiat tentang penulisan, bagi penulis pemula, dapat dibaca di buku ini. Info pemesanan dapat japri saya. Insyaallah buku ini sangat bermanfaat karena hasil materi dari narasumber hebat juga, seperti pak Akbar Zainuddin, pak Munif Chatib, om Jay, prof Eko Indrajit, dan. Lain sebagainya. Ketiga buku yang lain , jika ada yang berkenan memesan, dapat japri ke saya.”

 

 

 

Dan jangan lupa, kiat menulis saya adalah : NIAT, PAKSA, MAU.

Niat untuk mau menulis harus ada, tentunya harus dipaksa juga karena jika hanya ada niat tetapi tidak ada kemauan kuat alias pemaksaan, maka kata MAU tidak akan terwujud.


(Materi ini disampaikan pada hari Rabu, 21 Oktober 2020 )




Alhamdulillah, saat saya bisa menulis resume ini, buku Bu Nora yang diceritakan di atas masih dalam proses, sekarang sudah ada di hadapan para pembaca.

Malam 21 Ramadan 1447 H

Alhamdulillah...bertepatan dengan Hari Selasa, 10 Maret 2026, dari pagi berusaha untuk menjadi anak yang berbakti kepada orang t...