Senin, 26 April 2021

Bermain "Petak Umpet" setelah Shalat Tarawih


#catatan 4 Ramadhan

(Jum'at, 160421)

 Saat tadarus ba'da tarawih, terdengar anak-anak ramai di dekat mushola. Setelah selesai dan keluar mushola, saya menungggu dan mengamati mereka. Ingin mengenang puluhan tahun yang lalu saat saya seusia mereka. Alhamdulillah, merasa senang dan bersyukur anak-anak ini tidak ikutan di warnet-warnet, atau pegang HP di tangannya. 

Sebenarnya ada undangan bukber ( buka bersama) Himpaudi kecamatan, namun belum diijinkan oleh ibu. Karena memang kami setiap hari bukber dengan Beliau. Berharap semoga Jumat depannya bisa hadir. Aamiin

WAG Khotmil Qur'an

 


                                                         

#catatan 3 Ramadhan

(Kamis, 150421)

Alhamdulillah di hari ke 3 Ramadhan bertambah satu lagi WAG ( WhatsApp Group) Khotmil Qur'an. Setelah berdiskusi akan _khotam_berapa hari atau berapa kali dalam satu minggu, akhirnya disepakati khotamannya satu minggu sekali, di tiap malam Jum’at. MasyaAllah saat diskusi ada yang cerita kalau sudah ada tujuh WAG Khotmil Qur'an, sedangkan yang lainnya rata-rata tiga. Salut dengan orang yang sudah bisa membagi waktu untuk selalu bersama dengan Al Qur'an. 

Bagaimana dengan Anda? InsyaaAllah tidak jauh beda kan? Wah,  bentuknya daftar atau list juz juga sangat beragam, seperti saya contohkan dari group yang ada di WA saya. Ada  yang sederhana, ada yang dibuat dengan berbagai tanda. Itu semua tergantung admin yang biasanya ditunjuk atau mendapat amanah untuk mengelolanya. Bagi pembaca  yang sudah  selesai membaca bagian juznya hanya lapor saja.

Dalam hati merasa bersyukur karena ada fenomena  semakin bijak dalam bermedsos, apalagi di bulan Ramadhan.  Ada nilai manfaat dan kebaikan. Dengan niat lillaahi Ta'ala semoga terhindarkan dari sifat riya', dan banyak lagi do'a yang dilantunkan lewat tulisan untuk memulainya. 

 Salah satu yang saya ikuti juga berawal di bulan Ramadhan tahun lalu dengan ODOJ (One day One Juz) kemudian dilanjutkan di bulan berikutnya satu minggu sekali khotam, dan setiap malam Jum'at doa khotaman.  Alhamdulillah berlanjut di Ramadhan tahun ini. Komentar salah satu teman ketika saya  cerita, "wah hebat sekali, bisa jalan begitu ya...,"karena memang terbentuk dari WAG alumni masuk UIN SUKA Yogyakarta tahun 1990, yang dulu masih IAIN SUKA. 

Dari pada isi WAG hanya chat sambung menyambung yang kurang manfaat, apalagi bertebaran stiker  yang kurang sopan. Syukurlah di bulan mulia jika bertebaran WAG Khotmil Qur'an. Ibadah di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan pahalanya, termasuk membaca Al Qur'an. 

Semoga berlanjut dan bertambah banyak  di bulan-bulan yang lainnya, Syawal, dzluqo'dah, Dzulhijjah, Muharram, Shafar, Rabi'ul Awal, Rabi'ul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya'ban.

Semoga kita semua dapat mengkhatamkan Al Qur'an di bulan suci ini serta dapat berjumpa di bulan Ramadhan berikutnya....Allahummarhamna Bil Qur'an...Aamiin

Senin, 19 April 2021

Kolak di bulan Ramadhan





 #catatan2Ramadhan

*Rabu, 140421

        Hemm....saya yakin, yang melihat foto di atas pasti akan memilih yang kolak tiktok. Lebih menarik warnanya serta terlihat isinya lengkap. Kalau saya memilih kolak buatan sendiri saja, meskipun warnanya kurang menarik, tapi bisa benar-benar merasakan.  Oya, yang sedang membaca inipun sama-sama hanya  melihat gambar ya, jadi gak milih semuanya donk.

       Okay, tidak mengapa, yang penting saya mau bercerita di hari kedua Ramadhan saya. Saya ambil tema tentang makanan saja, yaitu kolak. Kolak yang biasanya sebagai makanan pembuka saat berbuka puasa, tentulah sudah tidak asing lagi, khususnya di Indonesia. Di kiriman WA tiktok itu juga menempati tampilan pertama. Nah, untuk lebih lengkapnya tentang asal-usul kolak dan sebagainya silahkan searching sendiri ya😊.  

       Di Bulan Ramadhan tahun ini, sebenarnya sudah berniat untuk  mengurangi menu-menu yang kurang sehat, penyebab  kolesterol, asam urat, diabet dan penyakit lainnya. Ingin mengikuti sunnah nabi, yaitu berbuka dengan 3 kurma, dan minum air putih, lalu sholat, setelah itu baru makan.  Namun karena request dari ibunda, ya apalah daya seorang ananda😍🥰 Apalagi hanya bertugas mengolah saja, karena bahannya sudah tersedia semua. 

      Alhamdulillah ada yang memberi pisang hasil panen, dan bahan lainnya ibu yang beli sekalian ke pasar. "Nanti kelapanya tak belikan yang parutan saja ya," terdengar suara ibu saya di telepon dalam bahasa Jawa dan yang sudah paham anaknya pasti akan menjawab ya. 

         Saya pun sudah paham kolak kesukaan ibu saya, yaitu santan kental dan manis serta terasa gurihnya juga. Jadi harus pas takaran saat memberi gula dan garam.  

        Sejak dulu saya masih ingat bagaimana kalau ibu saya masak kolak. Pasti akan mengambil dulu di mangkok lalu ambil santannya yang atas atau bahasa Jawa "kanilnya". Budhe  atau bulek saya kalau akan memberi kolak ke ibu saya juga demikian. Namun Alhamdulillah, meskipun begitu, ibu saya diberi Allah kesehatan. Pernah   saat  dicek up pra operasi semuanya sehat. Kolesterol, asam urat normal. 

       Mau tau rahasianya? ternyata adalah, karena ibu saya juga suka mengonsumsi obat obatan herbal. Misalnya daun binahong yang baru dipetik dari pohonnya, dicuci langsung didhahar. Sering juga membuat minuman juz wortel dicampur nanas, lobak dan kemiri. Sering juga minum juz wortel ditambah buah-buahan yang ada di kulkas semua dicampur. Kalau ada pohon kersen, ibuk juga langsung dhahar itu setelah dicuci. Semoga Allah SWT selalu memberi kesehatan pada ibuk saya dengan penuh ketqwaan dan amal shalih..Aamiin


#latepost in blog

Rabu, 14 April 2021

Sholat Tarawih dan Tadarrus

 



*catatan 1 Ramadhan 1442 H

Selasa, 13 April 2021 M

        Sholat tarawih Ramadhan tahun ini seperti tahun sebelumnya yaitu di "Mushola Pertamaku" atau yang terkenal dengan sebutan "langgare Mbah Sin." Meskipun dengan berkendaraan, namun Bismillah dengan niat membersamai ibu kami atau anak-anak memanggil Simbah, dengan senang hati kami menuju ke sana. Kurang lebih 200 m dari rumah kami. Kami bertiga membawa bekal untuk buka puasa bersama di mushola.

        Sholat tarawih pertama, atau malam Selasa, Abah (panggilan anak saya ke bapaknya) yang menjadi imam. Biasanya memang dijadwal bergantian dengan sepupu atau keponakan. Kalau menurut saya sudah cukup gerakan yang dilakukan dalam sholat tarawihnya, dengan berakhir hampir jam 19.55 WIB terutama untuk usia Jelita atau Sulita. Hehe...Paham kan maksudnya? Jelang lima puluh tahun atau sudah lima puluh tahun.😊

        Namun..ternyata eh ternyata, selesai sholat tarawih ada yang berkomentar "kurang cepat sedikit Bah." Ya, maklumlah karena di mushola ini dari jaman kakek saya sudah terbiasa agak cepat. Kalau diberi waktu, kira-kira selesai jam 19.30 WIB.

Akhirnya, malam kedua tarawih, Abah mempercepat gerakannya memenuhi request jama'ah. Saya sempat tersenyum sendiri dalam sholat, saat mendengar bacaan Fatihah Abah dipercepat. Nah, ketahuan kan kalau belum bisa khusyu' sholat saya🤭. Hasilnya?Ya, memang bisa lebih cepat 15 menit dari tarawih sebelumnya. By the way or btw, semoga cepat atau tidak cepat gerakan dalam sholat tidak mengurangi pahala sholat tarawih semuanya, Aamiin

Usai tarawih, Alhamdulillah tetap ada tadarrus. Untuk Ramadhan kedua di musim pandemi ini meskipun hanya dengan 2 atau 3 orang. Pandemi tahun kemarin saya dengan ibu dan bulek (adik ibu). Tahun sebelum pandemi ada sepuluh orang yang ikut tadarrus, mbak-mbak gadis dan ibu-ibu. Saat ini hanya dengan dua anak yang masih sekolah di SD. Ada mbak Zahra yang masih kelas 4, namun MasyaAllah bacaan Al Qur'annya mendekati sempurna dan ada mbak Nana yang semangatnya luar biasa meskipun bacaan Al Qur'annya masih harus banyak belajar. Terlihat sangat percaya diri memegang mic, membuat saya juga semakin semangat menyimak dan membantu membenarkan bacaannya. "Mbak Nana, kalau rajin menyimak mbak Zahra, InsyaAllah akan semakin lancar juga bacaan mbak Nana, apalagi kalau di rumah juga tadarrus," kata-kata saya di hari pertama tadarrus.

Tadi malam, saya sangat-sangat bersyukur, sudah terlihat progresnya. Lebih teliti dan lebih lancar dari sebelumnya. Apa karena masih grogi juga ya, karena baru pertama kali bertemu antara saya dan mbak Nana? Ya, syukurlah di hari kedua tadarrus sudah tidak grogi lagi, sehingga lebih banyak benarnya dalam membaca Al Qur'an daripada pertama kali tadarrus.

Ya Allah...semoga keadaan menjadi semakin membaik, sehingga yang bertadarrus juga kembali seperti tahun-tahun sebelumnya. Aamiin..




*"Mushola Pertamaku", pernah saya buat judul tantangan menulis di Gurusianahari ke 11, setahun yang lalu (2020)

Senin, 05 April 2021

Program IHF: SK dan SM

 



#latihan menulis 

#Senin, 5 April  2021/ 1442

Program IHF Sekolah Koordinator (SK) dan Sekolah Mitra (SM).

Mendapat undangan untuk mengikuti pertemuan program IHF di RA dan KBIT Al Hikmah Katur Gayam. Saya dan kepala sekolah TK yang berangkat, karena saya sekalian silaturrahim ke kepala sekolahnya. Pernah menjadi teman seperjuangan di HIMPAUDI Kabupaten, sehingga ingin tetap menyambung tali silaturrahim ini. 

Alhamdulillah semoga dengan adanya program ini bisa menjadikan kami lebih baik dalam mendampingi PAUD. Aamiin




#Jum'at, 5 Maret 2021/21 Rajab 1442

Arisan, sebuah kata yang saya dengar sejak usia SD sampai SMP. Bahkan waktu itu saya sudah diberi tugas ibu saya untuk "narik arisan." ke beberapa tetangga. Naik sepeda ontel warna putih, di sore hari setelah pulang dari "sekolah Arab" (kalau sekarang TPQ). Menerima, menghitung dan menyampaikan ke ibu, itu yang saya ingat.

Juma'at sore ini ibu saya memulai lagi ARISAN RUMAH, maksudnya arisan yang pesertanya tetamgga rumah. Entah sudah yang kesekian puluh kali mungkin kegiatan ini dilakukan beliau. Kalau yang ARISAN PASAR, menurut cerita ibu saya sejak saya lahir, berarti sudah 49 tahun. 

Arisan menurut KBBI berarti 




Selasa, 30 Maret 2021

Membersamai Ibunda di malam Jum'at

 catatan tanggal 4 Maret 2021/ 20 Rajab 1442


Hari Kamis malam Jum'at kedua kami membersamai ibunda. Atas permintaan beliau setelah 40 hari wafatnya bapak kami yang biasa kami memanggil kakung. Oya kalau ibunda, kami memanggil Ayi. Kata Ayi di malam 40 harinya kakung " Lha iyo mengko lak sepi yo nek wis bar patang puluhe,"  (lha iya, nanti jadi sepi ya kalau sudah selesai 40 harinya kakung), sambil keluar air mata. Memang di keluarga kami mengadakan yasin tahlil setiap malam jum'at setelah tujuh hari sampai 40 hari. Alhamdulillah jama'ah tahlil ibu-ibu aetelah maghrib, dan dilanjut jamaah tahlil bapak-bapak setelah isya'. Oleh karena itulah Ayi kemudian meminta masih terus ada yasin tahlil di malam Jum'at namun keluarga saja. 

Di malam Jumat pertama, Ayi yang masak, lalu untuk kali ini kami putra-putri serta para menantu dan cucu berunding untuk membawa makanan dari rumah masing-masing. Kalau sebelumnya acaranya setelah maghrib, mulai kali ini bukber di rumah Ayi. 

Hari Rabu sudah mulai ramai di WAG Big Family JasMin. Ada yang tanya besuk bawa apa, besuk masak apa. Oseng pentol, sambal penyet, sudah muncul. "Lha kok yang enteng-enteng sudah ada yang bawa, terus qta bawa apa ya Bah," tanyaku ke abah sambil terus cari ide. Lalu saya ikutan ngobrol di WA, "yang penting bawa ya, bawa apa saja, sambil saya beri icon senyum. Hehe..ya beginilah nasibnya kalau kurang punya keahlian dalam masak memasak. eh, syukurlah tiba-tiba abah punya ide yang cemerlang "Bawa krupuk pecel saja, gampang dan kalau ada yang comment sambalnya kurang bagaimana kan yang buat bukan kita," haha..edisi kurang pe dhe karena yang lain pinter masak. Abah juha paham kemampuan istrinya. 

Berangkatlah kami esuk hari atau Kamis pagi ke pasar untuk beli sayuran dan lainnya. Sudah lama tidak ke pasar, karena memang jarang masak. Terkadang belanja di depan sekolah atau di depan pabrik rokok Sampurna. 

sore hari setelah siap semua, "cekrik" kamera realme menampakkan krucel atau krupuk pecel di WAG. comment dari keponakan Jakarta disusul yang lainnya. Ya, syukurlah, dengan menu yang sederhana dan mumer ternyata banyak yang suka. Tetap keren juga saat bersanding dengan menu-menu lainnya. 

Namun itu semua tidak tujuan utama. Yasin dan Tahlil mendoakan Kakung serta membersamai Ayi adalah harus diniatkan pertama.  Keluar air mata saya di maljum kedua ini setelah melihat foto almarhum bapak yang ada di buku Yasin Tahlil yang saya baca. 

Astaghfirullahal'adziim, Ya Allah...semoga Engkau mengampuni dosa hamba-hambaMu ini..Aamiin




Fatayat Ranting mendapat rizqi "Seragam Fatayat"

 catatan aktivitas di tanggal 3 Maret 2021/19 Rjb 1442



Alhamdulillah mendapat rizqi seragam fatayat, tiap ranting tujuh sahabati. Jazaakumullah khairan katsiira semoga yang menjadi wasilah rizqi dari Allah mendapatkan balasan yang lebih baik dan lebih banyak ..Aamiin.

Sore hari saya undang para sahabati sambil membawa KTP asli, karena syarat laporannya demikian. Mengirim foto penerimaan dan foto KTP asli. Ya sudah memang prosedurnya seperti itu diikuti saja. Akan mendapatkan sesuatu ya harus berikhtiar dahulu. Kirim data  pengurus yang belum memiliki seragam dan saya utamanakn memang yang masih muda-muda. Sebagai penerus fatayat di ranting Banjarjo-Padangan-Bojonegoro



Pagi hari di sekolah, kami mengumpulkan perwakilan orang tua /wali murid setiap kelas dua ortu.

MPLS Ramah

  Bismillah.... Menyambut Generasi Rabbani Pemimpin Masa Depan MPLS Day One Senin, 13 Juli 2026 MPLS TK Islam An Nuur tahun ini memasuki tah...