Kamis, 29 April 2021

Musik Pembangun Sahur


 #catatan 6 Ramadhan 1442

Ahad, 180421


Apakah di daerah Anda ada tuktir, tong tong klek atau apalah namanya yang muncul kira-kira jam 01.30 sampai jam 02.30? Alhamdulillah di daerah saya tinggal masih terdengar musik yang berfungsi  membangunkan orang  untuk sahur. Ada dua kelompok yang melewati rumah saya. Yang pertama lebih banyak usia remaja dan sebagian dewasa dengan musik lebih lengkap, ada alat gamelannya. Keluarnya lebih awal dan kelilingnya juga berbeda.



yang kelompok kedua, usianya lebih muda, masih anak-anak dan alatnya sangat sederhana. Banyak yang terbuat dari bambu.



Semoga terus ada kegiatan yang sangat positif ini. Selain melestarikan kebudayaan islami, juga sangat bermanfaat terutama bagi para ibu agar bisa  lebih awal bangun untuk menyiapkan sahur untuk keluarganya. Karena sahur  merupakan sunah nabi juga, sebagaimana haditsnya : 

"Tasahharuu fainna fish-shahuur barokah" 
























































































Senin, 26 April 2021

Tanda Tangan Imam Tarawih

 


#catatan 5 Ramadhan

(Sabtu, 170421)


Adalah salah satu upaya untuk melatih anak didik mengikuti shalat tarawih, yaitu meminta tanda tangan Bapak yang menjadi imam. Orang tua pun akan merasa senang dengan adanya Buku Kegiatan Ramadhan, yang biasanya dibuat oleh Tim dari guru PAI untuk Sekolah Dasar dan selanjutnya.

Untuk di lembaga saya juga ada lembar kegiatan "Ramadhan Ceria Bersama Ayah Bunda di Rumah," namun tidak kami beri lembaran yang meminta tanda tangan dari Imam. Karena menurut kami para pendidik PAUD, dalam menstimulasi aspek perkembangan Nilai Agama dan Moral melalui kegiatan sholat adalah baru tahap pengenalan. Dari praktek wudlu, lalu mengenal bacaan dan gerakan dalam sholat. Akan sangat terlihat jika dilanjutkan di rumah oleh orang tua dengan seringnya mengajak sholat berjama'ah atau mengingatkan sudah sholat atau belum sejak usia dini. 

Bermain "Petak Umpet" setelah Shalat Tarawih


#catatan 4 Ramadhan

(Jum'at, 160421)

 Saat tadarus ba'da tarawih, terdengar anak-anak ramai di dekat mushola. Setelah selesai dan keluar mushola, saya menungggu dan mengamati mereka. Ingin mengenang puluhan tahun yang lalu saat saya seusia mereka. Alhamdulillah, merasa senang dan bersyukur anak-anak ini tidak ikutan di warnet-warnet, atau pegang HP di tangannya. 

Sebenarnya ada undangan bukber ( buka bersama) Himpaudi kecamatan, namun belum diijinkan oleh ibu. Karena memang kami setiap hari bukber dengan Beliau. Berharap semoga Jumat depannya bisa hadir. Aamiin

WAG Khotmil Qur'an

 


                                                         

#catatan 3 Ramadhan

(Kamis, 150421)

Alhamdulillah di hari ke 3 Ramadhan bertambah satu lagi WAG ( WhatsApp Group) Khotmil Qur'an. Setelah berdiskusi akan _khotam_berapa hari atau berapa kali dalam satu minggu, akhirnya disepakati khotamannya satu minggu sekali, di tiap malam Jum’at. MasyaAllah saat diskusi ada yang cerita kalau sudah ada tujuh WAG Khotmil Qur'an, sedangkan yang lainnya rata-rata tiga. Salut dengan orang yang sudah bisa membagi waktu untuk selalu bersama dengan Al Qur'an. 

Bagaimana dengan Anda? InsyaaAllah tidak jauh beda kan? Wah,  bentuknya daftar atau list juz juga sangat beragam, seperti saya contohkan dari group yang ada di WA saya. Ada  yang sederhana, ada yang dibuat dengan berbagai tanda. Itu semua tergantung admin yang biasanya ditunjuk atau mendapat amanah untuk mengelolanya. Bagi pembaca  yang sudah  selesai membaca bagian juznya hanya lapor saja.

Dalam hati merasa bersyukur karena ada fenomena  semakin bijak dalam bermedsos, apalagi di bulan Ramadhan.  Ada nilai manfaat dan kebaikan. Dengan niat lillaahi Ta'ala semoga terhindarkan dari sifat riya', dan banyak lagi do'a yang dilantunkan lewat tulisan untuk memulainya. 

 Salah satu yang saya ikuti juga berawal di bulan Ramadhan tahun lalu dengan ODOJ (One day One Juz) kemudian dilanjutkan di bulan berikutnya satu minggu sekali khotam, dan setiap malam Jum'at doa khotaman.  Alhamdulillah berlanjut di Ramadhan tahun ini. Komentar salah satu teman ketika saya  cerita, "wah hebat sekali, bisa jalan begitu ya...,"karena memang terbentuk dari WAG alumni masuk UIN SUKA Yogyakarta tahun 1990, yang dulu masih IAIN SUKA. 

Dari pada isi WAG hanya chat sambung menyambung yang kurang manfaat, apalagi bertebaran stiker  yang kurang sopan. Syukurlah di bulan mulia jika bertebaran WAG Khotmil Qur'an. Ibadah di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan pahalanya, termasuk membaca Al Qur'an. 

Semoga berlanjut dan bertambah banyak  di bulan-bulan yang lainnya, Syawal, dzluqo'dah, Dzulhijjah, Muharram, Shafar, Rabi'ul Awal, Rabi'ul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya'ban.

Semoga kita semua dapat mengkhatamkan Al Qur'an di bulan suci ini serta dapat berjumpa di bulan Ramadhan berikutnya....Allahummarhamna Bil Qur'an...Aamiin

Senin, 19 April 2021

Kolak di bulan Ramadhan





 #catatan2Ramadhan

*Rabu, 140421

        Hemm....saya yakin, yang melihat foto di atas pasti akan memilih yang kolak tiktok. Lebih menarik warnanya serta terlihat isinya lengkap. Kalau saya memilih kolak buatan sendiri saja, meskipun warnanya kurang menarik, tapi bisa benar-benar merasakan.  Oya, yang sedang membaca inipun sama-sama hanya  melihat gambar ya, jadi gak milih semuanya donk.

       Okay, tidak mengapa, yang penting saya mau bercerita di hari kedua Ramadhan saya. Saya ambil tema tentang makanan saja, yaitu kolak. Kolak yang biasanya sebagai makanan pembuka saat berbuka puasa, tentulah sudah tidak asing lagi, khususnya di Indonesia. Di kiriman WA tiktok itu juga menempati tampilan pertama. Nah, untuk lebih lengkapnya tentang asal-usul kolak dan sebagainya silahkan searching sendiri ya😊.  

       Di Bulan Ramadhan tahun ini, sebenarnya sudah berniat untuk  mengurangi menu-menu yang kurang sehat, penyebab  kolesterol, asam urat, diabet dan penyakit lainnya. Ingin mengikuti sunnah nabi, yaitu berbuka dengan 3 kurma, dan minum air putih, lalu sholat, setelah itu baru makan.  Namun karena request dari ibunda, ya apalah daya seorang ananda😍🥰 Apalagi hanya bertugas mengolah saja, karena bahannya sudah tersedia semua. 

      Alhamdulillah ada yang memberi pisang hasil panen, dan bahan lainnya ibu yang beli sekalian ke pasar. "Nanti kelapanya tak belikan yang parutan saja ya," terdengar suara ibu saya di telepon dalam bahasa Jawa dan yang sudah paham anaknya pasti akan menjawab ya. 

         Saya pun sudah paham kolak kesukaan ibu saya, yaitu santan kental dan manis serta terasa gurihnya juga. Jadi harus pas takaran saat memberi gula dan garam.  

        Sejak dulu saya masih ingat bagaimana kalau ibu saya masak kolak. Pasti akan mengambil dulu di mangkok lalu ambil santannya yang atas atau bahasa Jawa "kanilnya". Budhe  atau bulek saya kalau akan memberi kolak ke ibu saya juga demikian. Namun Alhamdulillah, meskipun begitu, ibu saya diberi Allah kesehatan. Pernah   saat  dicek up pra operasi semuanya sehat. Kolesterol, asam urat normal. 

       Mau tau rahasianya? ternyata adalah, karena ibu saya juga suka mengonsumsi obat obatan herbal. Misalnya daun binahong yang baru dipetik dari pohonnya, dicuci langsung didhahar. Sering juga membuat minuman juz wortel dicampur nanas, lobak dan kemiri. Sering juga minum juz wortel ditambah buah-buahan yang ada di kulkas semua dicampur. Kalau ada pohon kersen, ibuk juga langsung dhahar itu setelah dicuci. Semoga Allah SWT selalu memberi kesehatan pada ibuk saya dengan penuh ketqwaan dan amal shalih..Aamiin


#latepost in blog

Rabu, 14 April 2021

Sholat Tarawih dan Tadarrus

 



*catatan 1 Ramadhan 1442 H

Selasa, 13 April 2021 M

        Sholat tarawih Ramadhan tahun ini seperti tahun sebelumnya yaitu di "Mushola Pertamaku" atau yang terkenal dengan sebutan "langgare Mbah Sin." Meskipun dengan berkendaraan, namun Bismillah dengan niat membersamai ibu kami atau anak-anak memanggil Simbah, dengan senang hati kami menuju ke sana. Kurang lebih 200 m dari rumah kami. Kami bertiga membawa bekal untuk buka puasa bersama di mushola.

        Sholat tarawih pertama, atau malam Selasa, Abah (panggilan anak saya ke bapaknya) yang menjadi imam. Biasanya memang dijadwal bergantian dengan sepupu atau keponakan. Kalau menurut saya sudah cukup gerakan yang dilakukan dalam sholat tarawihnya, dengan berakhir hampir jam 19.55 WIB terutama untuk usia Jelita atau Sulita. Hehe...Paham kan maksudnya? Jelang lima puluh tahun atau sudah lima puluh tahun.😊

        Namun..ternyata eh ternyata, selesai sholat tarawih ada yang berkomentar "kurang cepat sedikit Bah." Ya, maklumlah karena di mushola ini dari jaman kakek saya sudah terbiasa agak cepat. Kalau diberi waktu, kira-kira selesai jam 19.30 WIB.

Akhirnya, malam kedua tarawih, Abah mempercepat gerakannya memenuhi request jama'ah. Saya sempat tersenyum sendiri dalam sholat, saat mendengar bacaan Fatihah Abah dipercepat. Nah, ketahuan kan kalau belum bisa khusyu' sholat saya🤭. Hasilnya?Ya, memang bisa lebih cepat 15 menit dari tarawih sebelumnya. By the way or btw, semoga cepat atau tidak cepat gerakan dalam sholat tidak mengurangi pahala sholat tarawih semuanya, Aamiin

Usai tarawih, Alhamdulillah tetap ada tadarrus. Untuk Ramadhan kedua di musim pandemi ini meskipun hanya dengan 2 atau 3 orang. Pandemi tahun kemarin saya dengan ibu dan bulek (adik ibu). Tahun sebelum pandemi ada sepuluh orang yang ikut tadarrus, mbak-mbak gadis dan ibu-ibu. Saat ini hanya dengan dua anak yang masih sekolah di SD. Ada mbak Zahra yang masih kelas 4, namun MasyaAllah bacaan Al Qur'annya mendekati sempurna dan ada mbak Nana yang semangatnya luar biasa meskipun bacaan Al Qur'annya masih harus banyak belajar. Terlihat sangat percaya diri memegang mic, membuat saya juga semakin semangat menyimak dan membantu membenarkan bacaannya. "Mbak Nana, kalau rajin menyimak mbak Zahra, InsyaAllah akan semakin lancar juga bacaan mbak Nana, apalagi kalau di rumah juga tadarrus," kata-kata saya di hari pertama tadarrus.

Tadi malam, saya sangat-sangat bersyukur, sudah terlihat progresnya. Lebih teliti dan lebih lancar dari sebelumnya. Apa karena masih grogi juga ya, karena baru pertama kali bertemu antara saya dan mbak Nana? Ya, syukurlah di hari kedua tadarrus sudah tidak grogi lagi, sehingga lebih banyak benarnya dalam membaca Al Qur'an daripada pertama kali tadarrus.

Ya Allah...semoga keadaan menjadi semakin membaik, sehingga yang bertadarrus juga kembali seperti tahun-tahun sebelumnya. Aamiin..




*"Mushola Pertamaku", pernah saya buat judul tantangan menulis di Gurusianahari ke 11, setahun yang lalu (2020)

Senin, 05 April 2021

Program IHF: SK dan SM

 



#latihan menulis 

#Senin, 5 April  2021/ 1442

Program IHF Sekolah Koordinator (SK) dan Sekolah Mitra (SM).

Mendapat undangan untuk mengikuti pertemuan program IHF di RA dan KBIT Al Hikmah Katur Gayam. Saya dan kepala sekolah TK yang berangkat, karena saya sekalian silaturrahim ke kepala sekolahnya. Pernah menjadi teman seperjuangan di HIMPAUDI Kabupaten, sehingga ingin tetap menyambung tali silaturrahim ini. 

Alhamdulillah semoga dengan adanya program ini bisa menjadikan kami lebih baik dalam mendampingi PAUD. Aamiin




#Jum'at, 5 Maret 2021/21 Rajab 1442

Arisan, sebuah kata yang saya dengar sejak usia SD sampai SMP. Bahkan waktu itu saya sudah diberi tugas ibu saya untuk "narik arisan." ke beberapa tetangga. Naik sepeda ontel warna putih, di sore hari setelah pulang dari "sekolah Arab" (kalau sekarang TPQ). Menerima, menghitung dan menyampaikan ke ibu, itu yang saya ingat.

Juma'at sore ini ibu saya memulai lagi ARISAN RUMAH, maksudnya arisan yang pesertanya tetamgga rumah. Entah sudah yang kesekian puluh kali mungkin kegiatan ini dilakukan beliau. Kalau yang ARISAN PASAR, menurut cerita ibu saya sejak saya lahir, berarti sudah 49 tahun. 

Arisan menurut KBBI berarti 




Malam 21 Ramadan 1447 H

Alhamdulillah...bertepatan dengan Hari Selasa, 10 Maret 2026, dari pagi berusaha untuk menjadi anak yang berbakti kepada orang t...