Senin, 19 April 2021

Kolak di bulan Ramadhan





 #catatan2Ramadhan

*Rabu, 140421

        Hemm....saya yakin, yang melihat foto di atas pasti akan memilih yang kolak tiktok. Lebih menarik warnanya serta terlihat isinya lengkap. Kalau saya memilih kolak buatan sendiri saja, meskipun warnanya kurang menarik, tapi bisa benar-benar merasakan.  Oya, yang sedang membaca inipun sama-sama hanya  melihat gambar ya, jadi gak milih semuanya donk.

       Okay, tidak mengapa, yang penting saya mau bercerita di hari kedua Ramadhan saya. Saya ambil tema tentang makanan saja, yaitu kolak. Kolak yang biasanya sebagai makanan pembuka saat berbuka puasa, tentulah sudah tidak asing lagi, khususnya di Indonesia. Di kiriman WA tiktok itu juga menempati tampilan pertama. Nah, untuk lebih lengkapnya tentang asal-usul kolak dan sebagainya silahkan searching sendiri ya😊.  

       Di Bulan Ramadhan tahun ini, sebenarnya sudah berniat untuk  mengurangi menu-menu yang kurang sehat, penyebab  kolesterol, asam urat, diabet dan penyakit lainnya. Ingin mengikuti sunnah nabi, yaitu berbuka dengan 3 kurma, dan minum air putih, lalu sholat, setelah itu baru makan.  Namun karena request dari ibunda, ya apalah daya seorang ananda😍🥰 Apalagi hanya bertugas mengolah saja, karena bahannya sudah tersedia semua. 

      Alhamdulillah ada yang memberi pisang hasil panen, dan bahan lainnya ibu yang beli sekalian ke pasar. "Nanti kelapanya tak belikan yang parutan saja ya," terdengar suara ibu saya di telepon dalam bahasa Jawa dan yang sudah paham anaknya pasti akan menjawab ya. 

         Saya pun sudah paham kolak kesukaan ibu saya, yaitu santan kental dan manis serta terasa gurihnya juga. Jadi harus pas takaran saat memberi gula dan garam.  

        Sejak dulu saya masih ingat bagaimana kalau ibu saya masak kolak. Pasti akan mengambil dulu di mangkok lalu ambil santannya yang atas atau bahasa Jawa "kanilnya". Budhe  atau bulek saya kalau akan memberi kolak ke ibu saya juga demikian. Namun Alhamdulillah, meskipun begitu, ibu saya diberi Allah kesehatan. Pernah   saat  dicek up pra operasi semuanya sehat. Kolesterol, asam urat normal. 

       Mau tau rahasianya? ternyata adalah, karena ibu saya juga suka mengonsumsi obat obatan herbal. Misalnya daun binahong yang baru dipetik dari pohonnya, dicuci langsung didhahar. Sering juga membuat minuman juz wortel dicampur nanas, lobak dan kemiri. Sering juga minum juz wortel ditambah buah-buahan yang ada di kulkas semua dicampur. Kalau ada pohon kersen, ibuk juga langsung dhahar itu setelah dicuci. Semoga Allah SWT selalu memberi kesehatan pada ibuk saya dengan penuh ketqwaan dan amal shalih..Aamiin


#latepost in blog

Rabu, 14 April 2021

Sholat Tarawih dan Tadarrus

 



*catatan 1 Ramadhan 1442 H

Selasa, 13 April 2021 M

        Sholat tarawih Ramadhan tahun ini seperti tahun sebelumnya yaitu di "Mushola Pertamaku" atau yang terkenal dengan sebutan "langgare Mbah Sin." Meskipun dengan berkendaraan, namun Bismillah dengan niat membersamai ibu kami atau anak-anak memanggil Simbah, dengan senang hati kami menuju ke sana. Kurang lebih 200 m dari rumah kami. Kami bertiga membawa bekal untuk buka puasa bersama di mushola.

        Sholat tarawih pertama, atau malam Selasa, Abah (panggilan anak saya ke bapaknya) yang menjadi imam. Biasanya memang dijadwal bergantian dengan sepupu atau keponakan. Kalau menurut saya sudah cukup gerakan yang dilakukan dalam sholat tarawihnya, dengan berakhir hampir jam 19.55 WIB terutama untuk usia Jelita atau Sulita. Hehe...Paham kan maksudnya? Jelang lima puluh tahun atau sudah lima puluh tahun.😊

        Namun..ternyata eh ternyata, selesai sholat tarawih ada yang berkomentar "kurang cepat sedikit Bah." Ya, maklumlah karena di mushola ini dari jaman kakek saya sudah terbiasa agak cepat. Kalau diberi waktu, kira-kira selesai jam 19.30 WIB.

Akhirnya, malam kedua tarawih, Abah mempercepat gerakannya memenuhi request jama'ah. Saya sempat tersenyum sendiri dalam sholat, saat mendengar bacaan Fatihah Abah dipercepat. Nah, ketahuan kan kalau belum bisa khusyu' sholat saya🤭. Hasilnya?Ya, memang bisa lebih cepat 15 menit dari tarawih sebelumnya. By the way or btw, semoga cepat atau tidak cepat gerakan dalam sholat tidak mengurangi pahala sholat tarawih semuanya, Aamiin

Usai tarawih, Alhamdulillah tetap ada tadarrus. Untuk Ramadhan kedua di musim pandemi ini meskipun hanya dengan 2 atau 3 orang. Pandemi tahun kemarin saya dengan ibu dan bulek (adik ibu). Tahun sebelum pandemi ada sepuluh orang yang ikut tadarrus, mbak-mbak gadis dan ibu-ibu. Saat ini hanya dengan dua anak yang masih sekolah di SD. Ada mbak Zahra yang masih kelas 4, namun MasyaAllah bacaan Al Qur'annya mendekati sempurna dan ada mbak Nana yang semangatnya luar biasa meskipun bacaan Al Qur'annya masih harus banyak belajar. Terlihat sangat percaya diri memegang mic, membuat saya juga semakin semangat menyimak dan membantu membenarkan bacaannya. "Mbak Nana, kalau rajin menyimak mbak Zahra, InsyaAllah akan semakin lancar juga bacaan mbak Nana, apalagi kalau di rumah juga tadarrus," kata-kata saya di hari pertama tadarrus.

Tadi malam, saya sangat-sangat bersyukur, sudah terlihat progresnya. Lebih teliti dan lebih lancar dari sebelumnya. Apa karena masih grogi juga ya, karena baru pertama kali bertemu antara saya dan mbak Nana? Ya, syukurlah di hari kedua tadarrus sudah tidak grogi lagi, sehingga lebih banyak benarnya dalam membaca Al Qur'an daripada pertama kali tadarrus.

Ya Allah...semoga keadaan menjadi semakin membaik, sehingga yang bertadarrus juga kembali seperti tahun-tahun sebelumnya. Aamiin..




*"Mushola Pertamaku", pernah saya buat judul tantangan menulis di Gurusianahari ke 11, setahun yang lalu (2020)

Senin, 05 April 2021

Program IHF: SK dan SM

 



#latihan menulis 

#Senin, 5 April  2021/ 1442

Program IHF Sekolah Koordinator (SK) dan Sekolah Mitra (SM).

Mendapat undangan untuk mengikuti pertemuan program IHF di RA dan KBIT Al Hikmah Katur Gayam. Saya dan kepala sekolah TK yang berangkat, karena saya sekalian silaturrahim ke kepala sekolahnya. Pernah menjadi teman seperjuangan di HIMPAUDI Kabupaten, sehingga ingin tetap menyambung tali silaturrahim ini. 

Alhamdulillah semoga dengan adanya program ini bisa menjadikan kami lebih baik dalam mendampingi PAUD. Aamiin




#Jum'at, 5 Maret 2021/21 Rajab 1442

Arisan, sebuah kata yang saya dengar sejak usia SD sampai SMP. Bahkan waktu itu saya sudah diberi tugas ibu saya untuk "narik arisan." ke beberapa tetangga. Naik sepeda ontel warna putih, di sore hari setelah pulang dari "sekolah Arab" (kalau sekarang TPQ). Menerima, menghitung dan menyampaikan ke ibu, itu yang saya ingat.

Juma'at sore ini ibu saya memulai lagi ARISAN RUMAH, maksudnya arisan yang pesertanya tetamgga rumah. Entah sudah yang kesekian puluh kali mungkin kegiatan ini dilakukan beliau. Kalau yang ARISAN PASAR, menurut cerita ibu saya sejak saya lahir, berarti sudah 49 tahun. 

Arisan menurut KBBI berarti 




Selasa, 30 Maret 2021

Membersamai Ibunda di malam Jum'at

 catatan tanggal 4 Maret 2021/ 20 Rajab 1442


Hari Kamis malam Jum'at kedua kami membersamai ibunda. Atas permintaan beliau setelah 40 hari wafatnya bapak kami yang biasa kami memanggil kakung. Oya kalau ibunda, kami memanggil Ayi. Kata Ayi di malam 40 harinya kakung " Lha iyo mengko lak sepi yo nek wis bar patang puluhe,"  (lha iya, nanti jadi sepi ya kalau sudah selesai 40 harinya kakung), sambil keluar air mata. Memang di keluarga kami mengadakan yasin tahlil setiap malam jum'at setelah tujuh hari sampai 40 hari. Alhamdulillah jama'ah tahlil ibu-ibu aetelah maghrib, dan dilanjut jamaah tahlil bapak-bapak setelah isya'. Oleh karena itulah Ayi kemudian meminta masih terus ada yasin tahlil di malam Jum'at namun keluarga saja. 

Di malam Jumat pertama, Ayi yang masak, lalu untuk kali ini kami putra-putri serta para menantu dan cucu berunding untuk membawa makanan dari rumah masing-masing. Kalau sebelumnya acaranya setelah maghrib, mulai kali ini bukber di rumah Ayi. 

Hari Rabu sudah mulai ramai di WAG Big Family JasMin. Ada yang tanya besuk bawa apa, besuk masak apa. Oseng pentol, sambal penyet, sudah muncul. "Lha kok yang enteng-enteng sudah ada yang bawa, terus qta bawa apa ya Bah," tanyaku ke abah sambil terus cari ide. Lalu saya ikutan ngobrol di WA, "yang penting bawa ya, bawa apa saja, sambil saya beri icon senyum. Hehe..ya beginilah nasibnya kalau kurang punya keahlian dalam masak memasak. eh, syukurlah tiba-tiba abah punya ide yang cemerlang "Bawa krupuk pecel saja, gampang dan kalau ada yang comment sambalnya kurang bagaimana kan yang buat bukan kita," haha..edisi kurang pe dhe karena yang lain pinter masak. Abah juha paham kemampuan istrinya. 

Berangkatlah kami esuk hari atau Kamis pagi ke pasar untuk beli sayuran dan lainnya. Sudah lama tidak ke pasar, karena memang jarang masak. Terkadang belanja di depan sekolah atau di depan pabrik rokok Sampurna. 

sore hari setelah siap semua, "cekrik" kamera realme menampakkan krucel atau krupuk pecel di WAG. comment dari keponakan Jakarta disusul yang lainnya. Ya, syukurlah, dengan menu yang sederhana dan mumer ternyata banyak yang suka. Tetap keren juga saat bersanding dengan menu-menu lainnya. 

Namun itu semua tidak tujuan utama. Yasin dan Tahlil mendoakan Kakung serta membersamai Ayi adalah harus diniatkan pertama.  Keluar air mata saya di maljum kedua ini setelah melihat foto almarhum bapak yang ada di buku Yasin Tahlil yang saya baca. 

Astaghfirullahal'adziim, Ya Allah...semoga Engkau mengampuni dosa hamba-hambaMu ini..Aamiin




Fatayat Ranting mendapat rizqi "Seragam Fatayat"

 catatan aktivitas di tanggal 3 Maret 2021/19 Rjb 1442



Alhamdulillah mendapat rizqi seragam fatayat, tiap ranting tujuh sahabati. Jazaakumullah khairan katsiira semoga yang menjadi wasilah rizqi dari Allah mendapatkan balasan yang lebih baik dan lebih banyak ..Aamiin.

Sore hari saya undang para sahabati sambil membawa KTP asli, karena syarat laporannya demikian. Mengirim foto penerimaan dan foto KTP asli. Ya sudah memang prosedurnya seperti itu diikuti saja. Akan mendapatkan sesuatu ya harus berikhtiar dahulu. Kirim data  pengurus yang belum memiliki seragam dan saya utamanakn memang yang masih muda-muda. Sebagai penerus fatayat di ranting Banjarjo-Padangan-Bojonegoro



Pagi hari di sekolah, kami mengumpulkan perwakilan orang tua /wali murid setiap kelas dua ortu.

Kamis, 25 Maret 2021

Akreditasi UNUGIRI Bojonegoro Prodi PIAUD

 Selasa, 2 Maret 2021/18 Rajab 1442





   Pagi ini sambil meyiapkan yang akan saya bawa, sekali lagi saya lihat jam yang ada di undangan. Tertulis 07.30-selesai, saya tidak melihat yang lainnya. Alhamdulillah ada ust Asti mampir ke rumah dulu sebelum ke sekolah yang mengingatkan kalau disuruh membawa surat tugas. “MasyaAllah, ada tha ust,” jawab saya agak kaget juga karena belum buat. “Iya ust kemarin sebenarnya sudah dibuatkan di sekolah tapi ketinggalan,” kata ust Asti. “Ya sudah, masih ada waktu untuk membuat,” balas saya sambil mondar-mandir mencari kaos kaki. 

Kurang lebih pukul 07.10 WIB keluar rumah sebentar, lalu ada bis. Bis Cendana warna kuning yang lumayan sering saya naik ini saat akan ke kota Bojonegoro atau pulangnya. Butuh waktu satu jam untuk sampai tujuan yaitu kampus UNUGIRI. Terkenang saat masih mengajar di  sana, saya sempatkan untuk baca-baca yang akan saya sampaikan nanti. Hehe…tapi lebih menang kantuknya daripada lihat tulisan. Ya sudah, buku saya tutup dan mata saya pejamkan. Seperti saat di bis ini,  saya lihat sebelah saya mulai tidur satelah buka-buka HP, saya pun mengikutinya. Meskipun tidak bisa nyenyak tidur di kasur, namun paling tidak bisa mengistirahatkan mata. Hehe...pagi-pagi kok ya ngantuk ya. Tapi memang seringnya saya ingin memejamkan mata saat naik bis

“YPM…YPM…,” syukurlah terbuka mata saya saat kernet bis teriak. Ternyata ada yang turun sama dengan saya.  

Setelah berapa tahun ya saya tidak belajar lagi bersama mahasiswa di sini? Ternyata  sekarang berbeda suasananya. Sedang membangun lagi gedung baru atau merehab gedung yang sudah ada, saya kurang memperhatikan dengan seksama. Langsung masuk ruangan yang sepertinya untuk ruang tunggu, karena di sana sudah ada beberapa mahasiswa yang terlibat pula di akreditasi ini. 

Tak berapa lama saya dipersilahkan menunggu di ruangnya Bu Direktur Program Pasca Sarjana, Bu Dr.Hj. Sri Minarti, MPdI. Di sana sudah ada bu Ira dari TK ICP, dan menyusul Bu Camat Bojonegoro. Kami bertiga diundang sebagai stakeholder dari prodi PIAUD. Saling berkenalan dan ngobrol untuk mengisi suasana menunggu yang kata orang menjemukan. 


Setelah beberapa menit, kami diberitau bahwa saatnya giliran kami untuk mengikuti proses akreditasi. Sebelumnya saya tidak membayangkan dengan suasana virtual. Saya kira offline, seperti tahun berapa itu saat akreditasi pertama. Langsung kami diminta untuk menempati kursi yang telah tersedia laptop dan headphone. Untuk pertama kalinya saya memakai alat ini ketika zoom. Pertama  dipersilahkan dari kepala RA ICP menjawab beberapa pertanyaan dari asesor. Semua yang ada di ruangan dapat mendengarkan pertanyaan ataupun jawaban yang disampaikan. Sambil mendengarkan bu Ira, saya menata hati agar dapat menjawab apapun nanti yang akan ditanyakan dengan tenang dan dapat tepat jawaban saya. 




Alhamdulillah tiba giliran saya dengan beberapa pertanyaan saya dapat menjawab dengan tenang. Karena memang saya terlibat langsung dengan para mahasiswa yang pernah PPL di lembaga kami, sehingga menjawab apa adanya. Ada sih sepertinya yang terlalu muluk saya jawab, yaitu harapan terhadap prodi PIAUD. Saya jawab semoga bisa menyediakan kelanjutan dari S1 yaitu S2 PIAUD. Namun ini memang keluar jawaban saya ini secara jujur. Hehe..tidak mengapa nggih Bu Direktur Pasca dan bu Kaprodi PIAUD? Semoga bisa benar-benar terealisir, Aamiin. Oya dan semoga jawaban-jawaban saya dapat menambah nilai dari para Asesor..Aamiin




Alhamdulillah kurang lebih satu minggu hasilnya telah keluar, saya melihat di IG dan FB mendapat nilai B. semoga berikutnya bisa meraih A. Aamiin




Rabu, 10 Maret 2021

Kegiatan PAC Fatayat NU Padangan-Bojonegoro

 


Bismillah, mulai Senin, 1 Maret 2021/ Rajab 1442

Alhamdulillah saya tulis di Gurusiana juga

PAC Fatayat NU Padangan- Bojonegoro adakan Pelatihan Pembuatan Deterjen




Alhamdulillah saat saya copas tulisan di sini, hasil praktek saat pelatihan sudah jadi dan di kemas meskipun masih dalam bentuk yang sederhana. Untuk souvenir yang hadir di acara reses dari DPR Propinsi.Inilah bentuknya :






Di ujung bulan Februari 2021, cuaca Ahad pagi kemarin semakin bertambah cerah karena terpancar dari seragam fatayat yang dikenakan para peserta pelatihan. Berbaju seragam warna hijau segar dengan jilbab putih, menampakkan semangatnya untuk mendapatkan ilmu. Tentunya tak lupa tetap menerapkan prokes, sehingga merelakan masker menutupi kecantikan yang diberi oleh Allah SWT Yang Maha Membentuk Rupa.

Serangkaian acara pembukaan Alhamdulillah berjalan lancar. Dari qiro’ah sampai mars Fatayat NU serta sholawat berlanjut sambutan dari ketua PAC Fatayat NU Ibu Hj. Miftahur Rohmah, kemudian ketua MWC NU, Bapak KH Abdul Wahid M.,atau lebih akrab dipanggil Gus Wahid yang sekaligus membuka acara Pelatihan ini. Hadir pula ketua PAC GP Ansor, Gus Jakfar Al Mansur dan sekretarisnya, Gus Lukman.

Acara pelatihan yang dihadiri oleh dua utusan tiap ranting ini dipandu oleh moderator yang sudah tidak asing lagi dengan suaranya khas MC, yang sangat enak didengar, siapa lagi kalau bukan sahabati Ulil Himmah. Dengan mendatangkan sahabati Fatayat NU dari Kecamatan Trucuk sebagai nara sumber, yaitu sahabati : Yunia, Dian dan Ninik.

Acara berlangsung serius namun santai, karena langsung praktek, Antusiasme para peserta untuk melihat lebih dekat dan ikut praktek mengaduk-aduk, menunjukkan kesunguhannya untuk segera ingin bisa dan segera dipraktekkan di rantingnya. Hanya dua macam yang dipraktekkan, karena mengingat waktunya yaitu deterjen cair dan sabun cupir (cuci piring). Sebenarnya masih ada beberapa macam yang sudah diproduksi di Trucuk, yaitu: pewangi, deterjen bubuk, handsoup dan pembersih kerak. Semoga di lain waktu dapat menimba ilmu lagi tentang pembuatan yang lainnya. Untuk dua jenis sabun yang dipraktekkan, inilah bahan dan caranya.

Semoga terus semangat para pengurus PAC Fatayat NU serta pengurus ranting kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur dalam upaya peningkatan kreatifitas anggotanya untuk mengembangkan perekonomian mandiri di lingkungan masing-masing.








Malam 21 Ramadan 1447 H

Alhamdulillah...bertepatan dengan Hari Selasa, 10 Maret 2026, dari pagi berusaha untuk menjadi anak yang berbakti kepada orang t...