Rabu, 06 April 2022

Ramadhan hari ke 4

Rabu, 040422
Ya Allah...
Semoga lebih baik...
Kami di dunia ini hanya bisa  Ikhtiar
dan berdoa
Untuk ibu kami khususnya
Dua hal sebelum pulang ke Jakarta, Alhamdulillah sudah tersampaikan. Tentang kepergian ke Jakarta dan masalah adik saya. 
Allah SWT membuat kondisi seperti ini tentunya semua ada hikmahnya.

Selasa, 05 April 2022

Manusia hanya bisa berencana/2 dan 3 Ramadhan 1443H

Alhamdulillah hujan terus berguyur deras saat sholat tarawih berlangsung. Hari itu tidak terlambat lagi sehingga dapat memilih tempat di dalam mushola. Saya memilih di shaf kedua perempuan.
Selesai tarawih seperti biasanya anak-anak mulai merapat untuk tadarus. Tidak mengambil meja kecil karena berada di luar dan masih hujan. Terus berucap syukur karena semakin lancar dan baik bacaan Al Qur'annya anak-anak. Paling tinggi duduk di kelas 5 SD. 
Waktu terus bergulir, hujan belum reda, ada kiriman donat untuk yang tadarus. Saya persilahkan makan seusai membaca satu halaman tiap anak beserta kue wafer dan coklat yang saya bawa dari rumah. 
Sambil berselfi ria sebelum anak-anak pulang. 
Tinggallah berdua dengan ibu saya, lalu saya mengajak ibu untuk bersiap pulang juga. Abah baru datang menjemput dan memberikan jas hujan untuk saya. Tidak saya pakai namun untuk menutup kepala dan bagian atas tubuh ibu. Lebih deras dari kemarin, kami tetap bertekad pulang. Alhamdulillah ada yang nawari payung, terutama untuk menaungi ibu. "Byurr, 

Minggu, 03 April 2022

الحمدلله....اللهم صيبانافعا

Alhamdulillah...
Terasa segar di siang hari setelah Dluhur Allah SWT menurunkan hujan. Puasa di hari pertama semakin tidak terasa haus dan lapar. Ingin menulis dan menulis di blog, padahal tugas utama belum selesai. 

Membuat pot webinar yang isinya tugas mandiri mind mapping dan lain-lain, serta pot makul sains dan matematika.
Alhamdulillah one juz di satu WAG sampun laporan.

Sabtu, 02 April 2022

Membaca Al Qur'an di Bulan Ramadhan

 


1 Ramadhan 1433 /3 April 2022/Ahad

 Sholat Tarawih hari pertama saya kira terlambat, ternyata belum mulai. Adzan sudah dikumandangkan,  namun Bapak S yang ditunjuk sebagai imam sesuai jadwalnya belum hadir. Sempat panik juga si takmir, karena jama'ah tarawih sudah penuh terutama shaf perempuan. Saya juga kebagian di teras, sehingga suara imam sayup-sayup terdengar. Dalam hati sambil berucap syukur dan berdo'a semoga setiap hari dan sampai akhir Ramadhan seperti ini, Aamiin. 

Alhamdulillah, suasana juga cukup tenang, meskipun banyak anak usia Sekolah Dasar dan usia TK.  Tidak seperti tahun lalu, antara anak satu dengan yang lainnya ada saja yang diobrolkan atau dilakukan di luar gerakan Sholat. Sampai pernah terucap dari seorang ibu "jangan ribut saja tha, sana di belakang sana kalau ribut," namun dengan Bahasa Jawa. Bertambah setahun usia, syukurlah kalau bertambah pula rasa kekhusyukan dalam sholat. 

Selesai sholat tarawih, seperti tahun sebelumnya, saya bersyukur lagi ada beberapa anak yang masih mau untuk bertadarrus. Lima anak perempuan segera menata tempat. Ada yang mengambil meja kecil kemudian diberi taplak sajadah. Al Qur'an yang sudah berada di tangan masing-masing lalu dibuka dan siap untuk dibaca. Setelah saya menaktifkan microfon, saya mulai memimpin dengan membaca Al Fatihah bersama-sama. Saya tunjuk yang pertama membaca adalah yang dari tahun lalu paling lancar dan benar bacaannya. Giliran kedua yang tahun masih saya tuntun atau masih banyak dibantu, namun MasyaAllah....Alhamdulillah sekarang sudah lancar dan banyak yang benar tajwidnya. Saya tanya, "Apakah sering ngaji atau baca Al Qur'annya di rumah? Jawabannya, "Iya, aku bacanya sama ibuku, tapi kalau ibuku gak bisa, aku baca sendiri." Maksudnya adalah jika ibunya tidak bisa menyimak atau mendampingi, ia baca sendiri. 

"Nah, bisa dicontoh ya, agar semakin lancar dan benar bacaan Al Qur'an kita, ayo kita sering-sering baca, minta tolong ibu, bapak, kakak, eyang atau siapa saja untuk menyimak," pesan saya di akhir tadarrus pertama Bulan Ramadhan tahun ini. "Mumpung di Bulan Ramadhan, pahalanya akan berlipat ganda lho," lanjutan motivasi saya ke anak-anak. Sebagaimana Hadits yang diriwayatkan Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al Qur'an maka baginya mendapat satu kebaikan,  dan satu kebaikan tersebut dilipatgandakan menjadi sepuluh kalinya."





*Mohon Ma'af atas segala khilaf

*Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1433 H





Rabu, 30 Maret 2022

Dari Booster sampai akhir Sya'ban

Alhamdulillah sesuai rencana, hari Senin/28 Maret 2022 jadi ke Puskesmas Purwosari. Awalnya akan bertiga, namun sampai di sana booster hanya sisa dua. Ya sudah, akhirnya saya dan ibu. Bersyukur tensi normal semua, saya 110 dan ibu 130. Ibu lebih dulu baru giliran saya. Tidak terasa, seperti kata anak-anak di sekolah saat selesai divaksin.
Pulangnya saya membeli es sup buah. Tergiur dengan segarnya es satu plastik hampir penuh yang berada di dekat pintu Puskesmas. Mungkin harganya sepuluh ribu, dalam hati saya. MasyaAllah ternyata lima ribu saja, bahkan itupun awalnya tidak mau saya bayar. Yaa...karena wali murid yang berjualan. 
Sama sekali tidak tau kalau sebenarnya tidak boleh minum es setelah booster, karena tidak ada pesan apa-apa dari ibu yang menyuntik tadi. Sampai di sekolah dengan santainya saya minum, namun hanya dengan sendok demi sendok, tidak minum di gelas. Lalu saya tawarkan ke ustadzah-ustadzah yang sedang berkumpul mengepung nasi tumpeng.
 

Minggu, 20 Maret 2022

Alhamdulillah menjadi yang terbaik

 


Sangat bersyukur bisa menjadi lebih baik lagi. Sebelumnya juara 2, sekarang juara 1 lomba Kaligrafi kontemporer. memang inilah bidangnya mbak Lia, putri sholihah kami yang benar-benar temurun bakatnya dari abahnya. Hehe...sepertinya tidak hanya bakat melukis yang copas tapi sifat cueknya juga. 

Selasa, 15 Maret 2022

Daun Jambu Biji

 

#latepost, 060322

استغفر الله العظيم...

Ya Allah....di usia 50 tahun lebih satu bulan, saya baru merasakan mengunyah  daun jambu biji. Diare dari bangun tidur kurang lebih jam 02.30 WIB, sampai saya nulis ini di rumah Kuncen sudah dua kali ke belakang. 

Biasanya teh pahit sekali minum sudah berhenti, namun kali ini masih terus. Apakah sebenarnya penyebab diare ini? Apakah karena dua hari saya terlambat makan siang, ataukah karena makanan yang masuk ke perut, ataukah karena masuk angin?

Tiga itu yang terfikir di benak saya, namun saya berdoa semoga saya terhindar dari penyakit yang berat, khususnya penyakit lambung....Aamiin

Awalnya di rumah minum magafit, karena membaca testimoninya, bahkan baru tahu untuk mengurangi buang angin juga. 

Tapi di mana ya magafitnya, kok tidak terbawa ke rumah kuncen? Seingat saya sudah saya pegang akan saya bawa, tapi entah saya letakkan di mana lagi. Akhirnya mencari daun jambu biji, teh pahit dan beli diapet juga. Saya kunyah jambu biji lalu saya minum teh pahit. Bulek yang baik hati memberi emping melinjo, saya makan juga. Setelah bulek pulang saya tertidur di kursi sebentar.

Ya Allah... apakah belum akan berhenti juga? Lalu terbangun dan merasa sudah agak lumayan, saya menyapu rumah. Syukurlah, yang dari Jakarta datangnya agak sore jadi masih ada waktu 



Malam 21 Ramadan 1447 H

Alhamdulillah...bertepatan dengan Hari Selasa, 10 Maret 2026, dari pagi berusaha untuk menjadi anak yang berbakti kepada orang t...