Rabu, 30 Desember 2020

WAG (Alumni 84 SDN Banjarjo 1, Padangan-Bojonegoro)




 Alhamdulillah ada teman yang kreatif membuat video ini. Meskipun saya pindah SDN saat kelas lima, namun silaturrahim di SDN yang pertama tetap terjalin. Tiga puluh delapan tahun (karena 1982 saya pindah) adalah waktu yang cukup lama, namun rasa paseduluran merekatkan kami dengan adanya WAG ini. Rerata berdomisili di luar kota Bojonegoro, namun sesekali juga kita bisa bertemu di saat ada yang berkunjung ke desa Banjarjo. Saya yang sekarang berdomisili di desa tempat SDN kami berada.

  Sangat terkenang saat perpisahan kelas enam, kami menyumbangkan lagu perpisahan dalam Bahasa Jawa, yang diajarkan oleh guru kami yang cantik seperti yang ada di video, yaitu Bu Kasmonah. Seingat saya saat itu kami kelas dua. Beberapa tahun yang lalu saat lebaran kami sempatkan untuk bersilaturrahim ke rumah Beliau. Nah, inilah yang patut diacungi jempol, dulur Yudi masih menyimpan foto-fotonya ( di video atas ). Matursuwun nggih dulur BWI....



maaf ya, tanya bu Kasmonah saja mengapa hanya 10 anak ini yang dipilih Beliau, hehe...

ini lagunya :    

 Sampun wancinipun kita sami perpisahan
 Monggo nenuwun dateng ingkang Maha Kuasa
 Mugi nggen kita pasederean linanggengan
 Sageta nggayuh pakudangane Bapa Ibu

Okey, seperti di lagu semoga PASEDEREAN LINANGGENGAN...Aamiin.
Saya coba mengingat nama-nama sedulur di video atau tidak : 
Yus, Totok, Nurin, Yudi, Hartatik, Dedi, Lailis, Mustofa, Zein, Puryani, Umi, Sri, Siti, Wempy, Fitri, Rini, Wiwik,Tholib,Ida, Romadlon, Budi, Wawan, Awik, Arief ichwan F, Fatah, Pang, Joko, Sholikhin, 
(Almh) Susrini, Anis, Sriatun, Sri Wahyuni, Eddy, Ali Erfan, Fredi. MasyaAllah cukup banyak ya satu kelas, kalau sekarang maksimal 28.


                                                  Dokumentasi saat Karnaval, tahun berapa ya?

Maaf jaman dahulu belum paham makna berhijab, Alhamdulillah sekarang mulai dari TK sudah dilatih untuk menutup aurat, karena memang perintah dari Allah SWT di Al Qur'an Surat An Nuur ayat 31. Wallahu a'lam bishshowab, Semoga kita semua diberi Allah SWT kesehatan dalam ketaqwaan dan usia dalam amal sholih, Aamiin

Penghujung tahun 2020, 31 Desember 2020/16 Jumadil Awwal 1442
                                                    






Selasa, 29 Desember 2020

Lima Perkara sebelum Lima Perkara

 Alhamdulillah saya masih ingat lagunya Raihan, yang beberapa hari lalu saya menemukan lembaran syair lagu yang biasa di kaset recorder saat bersih-bersih.

ingat lima perkara sebelum lima perkara

    sehat sebelum sakit

    tua sebelum muda

    kaya sebelum miskin

    lapang sebelum sempit

    hidup sebelum mati

Astaghfirullah, saya di bulan Desember ini diberi rasa sakit yaitu KEPALA PUSING. Baru saat ini pusing agak lama. Dan seringnya terasa ketika bangun tidur dan menjelang Maghrib. Cek tekanan darah, di empat tempat hasil berbeda. MasyaAllah terus bagaimana ini? Jadi bingung juga hasil yang mana akan dibuat dasar atau patokan untuk mengobati atau mengambil tindakan. 

Di awal Desember, setelah visitasi tanggal 1/ hari Selasa sampai Kamis/3 Des baru kirim post, setelah itu mungkin seharusnya saya istirahat. Ya sudahlah karena sudah ada yang lebih berhak mengatur, dan menjadi rizqi bagi saya sehingga tidak bisa langsung istirahat. 

Hari Jum'atnya mengantar ibu ke dokter mata, sehingga tamu saya tinggal. Bakda Dluhur saya tinggal lagi ke acara Sarasehan pendidik PAUD yang ketiban sampur sebagai badal pembaca do'a. Di depan Bupati lho...karena mendadak ya, cukup singkat saja sesuai anjuran protokoler juga. Oya dalam acara ini Alhamdulillah semua yang hadir dapat rizqi dari Bupati berupa  sepatu  bermerk, harga seratus ribu lebih, info dari teman yang sempat cek di google. Tamu saya chat "Bu, kapan pulangnya?", saya tidak membukanya, karena memang tidak diperbolehkan mengaktifkan HP. Sore gerimis pulang. Tamu saya masih mengerjakan seperti saya saat visitasi. 

Sabtu, ke SDIT ikut mengaji, ada ustadzah baru semoga kerasan di An Nuur. Tamu pulang setelah Shubuh. Sabtu sore tidak ke kampus karena yang semester lima sudah selesai materinya. Ahad pagi lanjut  mengerjakan SIMASBRO, Alhamdulillah  selesai sampai tercetak. Tidak jadi ikut di acara Forum PAUD, mungkin tidak akan selesai SIMASBRO saya kalau jadi ikut. Setelah Dluhur tidur sebentar dan mulai hari inilah terasa PUSING. Setelah Ashar tetap saya usahakan berangkat ke kampus bertemu dengan dua orang lagi mahasiswi semester 3. malam hari mulai terasa pusingnya. 

Senin, tidak puasa selain masih terasa pusingnya, karena akan mantenan ke Blora juga. Lalu cek tekanan darah atau tensi di tempat pertama 100/70. Syukurlah normal pikir saya, berarti mungkin hanya kurang istirahat saja, dan berangkat ke Blora. Malam hari masih terasa pusingnya, Selasa ke skolah dan cerita ke ustadzah, minum andro yang pasangannya coffe. Andro sudah saya buka tapi lupa karena ikut webinar Mr. Naff sampai sore hari. MasyaAllah setelah Maghrib pusingnya semakin hebat yang sepertinya berasal dari mata. Lagi-lagi minta abah ambil andro dan coffee, sekalian ambil laptop dan saya minum, Alhamdulillah bisa tidur.

Rabu, 9 Des PILKADA, libur nasional saya pakai masak dan tidak buka laptop. Kamisnya minta tolong abah mengantar ke Pak Krido. Hasilnya? Syukurlah tidak begitu serius meskipun diperiksanya seperti ibuk, jadi agak deg-degan juga. Otot-otot mata saja, kata pak dokter mata. Rencana beli obat di Cepu, lalu mampir di sekolah. MasyaAllah mengapa masih terasa pusing, lalu minta tolong ustadzah ke dokter. Tensi 130/70, lha ini penyebabnya, minum obat sekali semakin berkurang pusingnya. Jumat masak sayur bobor, ibuk ke rumah dan sarapan, saya ijin tidak ke skolah. Kata ibuk saya gak usah untuk mikir, di losno wae, bisakah? saya pakai istirahat.

Sebenarnya riwayat pusing ini sudah pernah saya tulis dan hampir satu halaman, namun hilang, ya sudah. Allah SWT memenag tidak ingin saya marah atau emosi, atau menyalahkan orang lain. benar juga periksa ke tempat lain sudah beda lagi, sudah turun, malah kurang, 90/50.  lalu cek lagi setelah beberapa hari 117/70, cek lagi tempat beda 90/59, cek lagi 120/70 dan tadi malam 90/60. 

Ya Allah, saya jalani dengan ikhlas dan sabar semoga bisa menambah kedekatan saya denganMu Ya Allah...Aamiin

Minggu, 27 Desember 2020

"Guru TK Inspiratif" di HGN 25 November 2020


 Rabu pagi 25 November 2020 baru membuka HP saya yang lowbat  karena sampai tak tampak gambarnya semalam. Charger masih tertancap di HP. Deretan warna hijau entah berapa chat yang masuk mulai saya buka satu persatu. 

Undangan menghadiri upacara HGN dan HUT PGRI ke-75 di SDN Purwosari 3 yang ternyata sudah sejak tadi malam dan masuk di tiga nomor. "Mohon nanti WAJIB hadir dalam Upacara HGN di SDN Purwosari 3," begitulah bunyinya. MasyaAllah, terus bagaimana acara yang telah terncana? Lalu mecoba berargumen, namun malahan  dikirimi lagi Surat Edaran yang merupakan tindaklanjut dari SE Disdik kabupaten Bojonegoro. Yaa, begitulah sangat sering saya dihadapkan pada suatu pilihan dalam hal apapun. 

Ya sudahlah dengan berbagai pertimbangan akhirnya mengutamakan yang upacara. Cukup hikmat upacara yang beru pertama kali diadakan oleh Korwil Pendidikan Kecamatan Purwosari Bojonegoro ini. Menurut info, persiapannya pun mendadak sehingga group koornya juga spontanitas. 

Alhamdulillah, di akhir rangkaian upacara telah disebutkan dalam sederetan penerima penghargaan di tingkat kecamatan. Sebagai Guru TK Inspiratif, begitulah nama saya disebutkan. Apakah saya telah layak disebut demikian? Telah menginspirasi orang lainkah saya? Terlepas layak atau tidak, yang jelas harus bersyukur dan sangat bersyukur. Tentunya sudah dipertimbangkan dari berbagai hal dan dengan berbagai pihak atau pejabat terkait.

Okey, marilah kita lihat apa sebenarnya arti dari kata INSPIRASI. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) artinya adalah sebuah ilham. Maksudnya adalah ilham yang datang pada pikiran manusia dan akhirnya melekat pada jiwa atau hati manusia, akan tetapi inspirasi biasanya justru datang ketika ada rangsangan dari luar diri manusia. 

Sedangkan pengertian secara umum (mbah google.com, hehe..) adalah suatu proses yang mendorong manusia atau merangsang pikiran manusia untuk melakukan suatu tindakan, terutama untuk melakukan tindakan yang berhubungan dengan sesuatu yang kreatif. Inspirasi biasanya dirangsang untuk melakukan tidakan setelah kita melihat, mendengar atau merasakan sesuatu yang ada di sekitar kita. Terutama sesuatu yang menyentuh, sehingga memunculkan sebuah inspirasi dalam pikiran kita. 

Inspirasi bisa muncul dan didapatkan ketika seseorang membaca buku, melakukan aktivitas dalam kegiatan sehari-hari, menyendiri, mengamati perilaku seseorang, melihat lingkungan sekitar, melihat sebuah pemandangan dan bentang alam, menonton film, menulis, menggambar dan lain sebagainya. 

Pengertian dari google tersebut pernah saya alami ketika mengikuti tantangan 30 hari menulis di sebuah blog. Alhamdulillah semakin hari semakin merasakan kemudahan memperoleh inspirasi sebagai bahan tulisan. Nah, mengapa yang sudah mulai tertanam menulis setiap hari suatu hal yang positif untuk mengembangkan kemampuan menulis namun tidak dilanjutkan? Ya, tentunnya ingin dan ingin, akan tetapi ada banyak hal yang mungkin belum bisa memilah dan memilih mana yang menjadi skala prioritas untuk didahulukan untuk dikerjakan. Manajemen waktu pribadi juga menjadi salah satu bahan MUHASABAH di tahun 2020. 

Bismillah dengan penghargaan ini semoga bisa memacu diri untuk menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat untuk orang lain. Aamiin. 

Khoirun Naas Anfa'uhum lin Naas.

(melanjutkan tulisan dari tanggal 29/11/2020)

.

Rabu, 25 November 2020

Serangkaian aktivitas dari awal November 2020

 Semoga Allah meRidloi semua aktivitas kita semua...Aamiin


Senin, 2 November 2020/16 R.Awal 1442

Penjelasan Teknis Kegiatan PUKA (Pelatihan & Uji Kompetensi Asesor ) untuk peserta tahap 3 dan 4 jam 19.00 WIB-selesai


 

 


Sabtu, 7 November 2020/21 R Awal 1442
cek ricek aplikasi zoom di laptop setelah diinstal 5.4.1 dan ujicoba begrond PUKA




Ahad, 8 November 2020 s/d Rabu, 11 Nov 2020 PUKA tahap 3, by zoom dari jam 07.00 s/d 17.15 WIB
Alhamdulillah mendapat Narsum dan kelompok yang baik hati, hebat dan luar biasa 



Penutupan, Rabu, 11112020 jam 14.30 WIB
setelah paginya BERJUANG di UJIAN online nya karena listrik padam







Kamis, 19 Nov 2020/3 R awwal 1442  ALHAMDULILLAH   "LULUS" di nomor urut 24


SELASA, 24 Nov 2020 TUGAS Pertama KPA







*ada serangkaian aktivitas di atas, sehingga beberapa resume tertunda...
namun Bismillah tetap akan berusaha melengkapi..
mohon doanya semuanya..
jazaakumullah khairan katsiira





BIOGRAFI dan AUTOBIOGRAFI

Resume ke -22


                                  " Tulislah yang menginspirasi dan ada nilai edukatif"

"Tidak  ada perkara  besar  yang bisa diselesaikan dengan  tidak  disiplin  

dan konsisten" (Suparno, S.Pd,M.Pd)


Biodata

Nama  : SUPARNO,  S.Pd.,M.Pd

TTL: Magetan  25 Juli  1966

Alamat: Desa  Pojoksari  RT 21 RW 3 Sukomoro  Magetan.

Karir,  menjadi  Guru 25 th.

Kepala  Sekolah  5 tahun

Pensiun  insya Allah  2026

Prestasi  yang pernah  dicapai;

Lulus terbaik D3 IKIP Surabaya tingkat  jurusan th 89.

Lulus terbaik  tingkat  jurusan  S1. Universitas  Wima  th 1996.

Guru Berprestasi  Tingkat  Kabupaten tahun 2011 Juara  2

Narasumber  Nasional Guru  Pembelajar  2016 s.d  2018

Jejak  Literasi;

1. Perjuangan  Hidupku, Telaga  ilmu,  2019.

2. Pranatacara lan Pamedhar Sàbda

3. Potret  Desa  Pojoksari

4. Permasalahan BK di Sekolah.

5. Catatan  harian  seorang  Kepala  Sekolah

6. Catatan  Kepala  Sekolah.


Bapak Suparno sebagai alumni dari gelombang tiga, memilih materi tentang menulis biografi dan autobiografi  adalah dari pengamatan Beliau dari  berbagai  materi  yang belum disampaikan oleh narasumber  dalam  gelombang 16  ini. 

 

Tentang  Menulis  Biografi dan Autobiografi

Biografi berasal  dari kata biography  artinya  riwayat  hidup. Sedangkan  autobiography  adalah  riwayat  hidup  yang ditulis  sendiri. Autobiography  kb. (j. -phies) riwayat hidup yang ditulis sendiri.

Bapak Suparno berpendapat, bahwa menulis buku  autobiografi  adalah  tingkatan  menulis yang paling  mudah , karena semuanya  sudah  dialami  atau  dilakukan. Jadi  menulis  apa  yang  kita  lakukan,  yang kita rasakan, yang kita  pikirkan,  yang kita  impikan, dan yang kita hayalkan. Sedangkan menulis novel  termasuk  apa  yang kita hayalkan  atau fiksi, sehingga  menulis  fiksi  agak  sulit karena  tidak  dilakukan.

Dalam menulis  buku  biografi  tidak  harus hebat  dulu,  riwayat  hidup    dari  kesederhanaan,  kejujuran,  keikhlasan  , kedisiplinan,  pengorbanan   bisa  diangkat  jadi  topik  yang  menginspirasi. Kalau  tidak  ada  yang baca  setidaknya  murid murid  atau  anak cucu di  kelak  kemudian hari

 

  Manfaat  menulis  biografi menurut Bapak Suparno   

1. Mengabadikan  riwayat  hidup kita,  sehingga  kalau  kita  sudah  meninggal  anak  cucu kita,  akan  mengetahui  bahwa  kakeknya  dulu  semasa hidup  di dunia  ceritanya  begini. 

2. Dari  pengalaman  yang baik pada diri kita bisa menjadi  pembelajaran  bagi orang orang  setelah  kita. Sehingga  menjadi  ilmu  jariah bagi  kita.

3. Menjadi motivasi  berprestasi  bagi  kita,  karena suatu  saat  ingin  menambahkan riwayat  hidupnya  menjadi  cerita  berprestasi  lainnya.

4. Rasanya  rugi segudang  prestasi yang anda miliki  kalau  tidak dituliskan  akan lenyap   ditelan  jaman.

5. Menulis buku  autobiografi  adalah  tingkatan  menulis yang paling  mudah , karena semuanya  sudah  dialami  atau  dilakukan.

 

Kriteria buku  biografi  yang  baik menurut Beliau juga adalah

1. Buku yang selesai  dituliskan  dan  diterbitkan. 

2. Buku yang  ada nilai  edukatif

3. Buku yang menginspirasi  pembaca untuk  mengambil keputusan  yang  membuat  orang    

    melakukan  terbaik  tindakan  dan perilakunya

4. Ada prestasi yang  menginspirasi

 

Tips Memulai Menulis Biografi ala Bapak Suparno :

Awali  dengan  membaca  biografi orang orang  ternama,   maka  akan terinspirasi mengenai  gaya penulisannya, lay outnya,  dan  cerita cerita  apa yang penting  dituliskannya. Minimal membaca  dua  buku  biografi,  lebih banyak  lebih baik  sehingga   bisa membandingkannya mana  yang   lebih disukai.

 

Cerita Bapak Suparno saat menulis buku Autoiografinya

Ø  Membaca Buku

“Saya  sebelumnya  membaca  biografinya  pak Chairul  Tanjung Si Anak  Singkong.  Kemudian  buku  teman  saya  seorang  kepala  sekolah judulnya  Transformasi Kehidupanku. Bapak  Chairul  Tanjung  alumni   SMP dan  SMA  Labschool,  sekolah  dimana  Omjay  mengajar  sekarang, sekolah  terbaik  saat itu. Chairul  Tanjung  termasuk  10 orang  terkaya  di Indonesia. Dua  buku ini saya  baca tuntas”

Ø    Menulis  Outline.  

"Inilah contoh  outline  dari  buku  saya yang berjudul Perjuangan  Hidupku. Buku  ini  setebal  173 halaman. Saya  tulis  dalam  1 bulan.  Karena semuanya  pernah  saya alami,  maka  tulisannya  mengalir  seperti  aliran sungai  yang jernih  di gunung yang  belum  tersentuh  tangan jahat  manusia."

Ø  membuat  jadwal  menulis

 "Misalnya  setiap hari    saya  harus menulis  satu judul.  Dan kita harus disiplin  dan konsisten  dengan jadwal  itu. Tidak  ada perkara  besar  yang bisa diselesaikan dengan  tidak  disiplin  dan konsisten.

Setelah  buku ditulis selanjutnya  diedit, jangan lupa   mintakan  pendapat  teman  untuk  diedit  ulang. Setelah itu  kirimkan  ke penerbit. Pilih  penerbit  mana  yang  menurut  penjenengan  bisa  mengantarkan  buku  anda  untuk  banyak  dibaca  atau  dibeli  orang. Cavernya  dibuat  yang baik  sehingga  "menjual".Tunggu  15 hari  buku  anda sudah  jadi.

Di dalam  buku  autobiografi tidak  usah  dicantumkan  daftar  pustaka,  karena di dalamnya  berisi  riwayat  pengalaman  hidup  pribadi. Seperti  halnya  novel  juga  tidak dicantumkan  daftar  pustaka. Karena  termasuk  cerita  fiksi  yang terlahir  dari  daya imajinasi  penulis.

 

Bapak Suparno, Tentang Menulis dan Penulis

v  menulislah  apa yang kau  kuasai,  karena  yang dikuasai  maka  kualitas  tulisannya  menjadi lengkap,  detail dan berbobot.

v  menulislah  yang kau  sukai, karena  yang disukai  maka  menulis  itu  merasa enjoy,  senang  sehingga  kegiatan  itu  dilakukan  secara  terus menerus  sehingga  pekerjaan  menulis cepat  selesai. Karena  yang disukai  maka  menulis  itu  nelibatkan  rasa dalam  hati  sehingga  bahasanya  juga enak  dibaca dirasakan  dalam  hati pembaca.

v  Penulis  itu  memang  orang  hebat,  orang luar  biasa.  Pemikirannya  pasti  melampaui kebanyakan  manusia. Penulis  itu pengetahuannya  mendalam sedalam samudra , memiliki  wawasan  yang luas ,  seluas  jagad  raya.

v  penulis  hebat  pasti  memiliki  kegemaran  membaca.  JK Rowling penulis buku Harty potter  sejak  masa  kanak  kanak  sudah menjadi  kutu  buku,  karena  difasilitasi  oleh  orang tuanya. Pada usia  11 tahun sudah menulis  buku.

v  Penulis  itu kadang kadang  dianggap  sebagai orang aneh. Kadang  rela  bajunya  sedikit,  rumahnya  sederhana,  mobilnya  sederhana,  tapi  bukunya  banyak.

 

Bapak Suparno juga menyampaikan bahwa   istri  dan anaknya  juga  menulis, semoga bisa untuk memotivasi calon penulis di gelombang 16 ini.

Inilah buku tulisan istri Beliau :


Ini buku  novel  putra  Beliau,  pernah  difilmkan  di sekolahnya  dapat juara 2

dan yang berikut adalah buku-buku karya Bapak Suparno :



Alhamdulillah, seperti mendapatkan semangat lagi untuk mewujudkan mimpi saya, yaitu  membuat autobiografi. Sudah beberapa tahun berlalu, di mana ada keinginan di saat milad saya, akan menghadiahi diri saya sendiri dengan karya sendiri.

Ada hikmahnya tertunda, karena memang saya harus dapat ilmunya terlebih dahulu, dan Allah SWT menaqdirkan melalui kelas menulis ini. Terimakasih bapak Suparno, OmJay dan bu Aam yang telah memfasilitasi untuk mendapatkan ilmu ini.  Teriring do'a jazaakumullah khairan katsiira.


Kamis, 26112020/R. Akhir 1442

Alhamdulillah, satu demi satu semoga terbaca, tertulis dan terpublikasi di blog saya.

 Tidak ada kata terlambat untuk melakukan hal yang baik.

 Bismillah, melengkapi resume sampai minimal 20. Semoga Allah SWT meRidloi. Aamiin

 

 

 

 





 






Senin, 26 Oktober 2020

Ayo Terbitkan Buku dari Resume atau NgeBlog

 



Alhamdulillah malam ini peserta Pelatihan Belajar Menulis mendapatkan nutrisi semangat lagi untuk terus menulis dan akhirnya menerbitkan buku. Disampaikan oleh narasumber yang sudah tidak asing lagi namanya di group ini, Brian Prassetyawan. Sudah kenal kan? Ya, meskipun baru kenal lewat dumay atau dunia maya.

 Pak Brian merasa senang sekali  diberi kesempatan untuk sharing tentang dunia menulis yang memang menjadi hobinya.

Namun malam ini Beliau  akan membahas hal-hal yang perlu diperhatikan saat menyiapkan kumpulan resume untuk menjadi naskah buku. Dengan tujuan menjelaskan  kalau mungkin ada yang  masih bertanya-tanya, bagaimana kelanjutan proses penerbitan buku jika sudah menyelesaikan 20 resume. Apakah harus melalui penerbit yang ditentukan pelatihan belajar menulis,atau bagaimana ? Lalu bagaimana menyusun kumpulan resume dalam bentuk format buku ?

 

Pak Brian Berbagi Cerita tentang Awal Menulis Buku

Namun sebelum membahas tentang hal di atas, Pak Brian  ingin sedikit sharing tentang awal mulanya menulis buku

Berawal dari   ngeblog sejak tahun 2009. Namun keinginan untuk membuat buku baru muncul pada akhir 2013. Keinginan tersebut masih ada jejak digitalnya,yang saat itu  ingin menerbitkan buku pada 2014.

 Bisa dilihat di: https://www.liputan6.com/citizen6/read/782602/resolusi-2014-mencipta-buku-setahun-satu

 Pak  Brian awalnya tidak punya mentor yang membimbing. Beliau tidak tahu harus masuk di komunitas apa. Hanya tahu satu tempat menerbitkan buku secara mandiri yaitu nulisbuku.com. Disitu memang gratis, tapi tidak termasuk fasilitas desain cover dan ISBN. Jika mau dua hal itu harus bayar. Biayanya mungkin hampir sejuta. Namun karena masih kuliah beliau berpikir tidak  mungkin mengeluarkan biaya sebanyak itu. Benar-benar  tidak tahu tempat lain untuk menerbitkan buku secara self publishing. Sehingga menjadikan  semangat naik-turun dan akhirnya vakum. File naskah tersimpan saja di dalam laptop bertahun-tahun

Pada tahun  2019  pak Brian  mulai bangkit lagi karena tidak sengaja menemukan hashtag di Instagram tentang penerbit Indie. Terbukalah dalam benaknya  bahwa menerbitkan buku sekarang lebih mudah dan banyak pilihan dengan adanya penerbit indie.

semangat muncul kembali dan menyelesaikan naskah hingga akhirnya pada Oktober 2020 mengirim naskah buku pertama  ke salah satu penerbit Indie.Perlu waktu 3 bulan untuk menunggu sampai buku terbit. Akhirnya pada akhir Januari 2020, buku pertama saya terbit.

 


Setelah buku pertama terbit, barulah ketemu dengan grup pelatihan belajar menulis. Ketika itu memasuki gelombang 4. Pak Brian merasa senang sekali berada satu grup dengan guru-guru yang juga suka menulis. Semangat menulis menjadi berkali-kali lipat hingga menerbitkan buku solo pada Mei dan Juni 2020

ini buku kedua (Mei 2020)




Ini buku ketiga (Juni 2020)

 


Penjelasan Pak Brian kepada peserta gelombang 16 dalam Menerbitkan Buku

Pak Brian mengatakan bahwa para peserta ini  beruntung bisa bergabung di grup ini. Banyak informasi yang akan didapatkan dalam mnerbitkan buku

 Berikut beberapa hal yang perlu dipahami :

1.      Peserta tinggal pilih mau menerbitkan buku dimana dan mendapat bimbingan.

2.      Pelatihan belajar menulis tidak menentukan penerbit tempat para peserta menerbitkan buku. Silahkan bebas memilih penerbit. Pertemuan sebelumnya sudah ada Cak Inin dari Kamila Press dan Pak Thamrin Dahlan dari YPTD. Sudah tahu kan  ketentuan/persyaratan dari tiap penerbit tersebut?

3.  Maka yang sebaiknnya dilakukan adalah memahami betul ketentuan tiap penerbit dan memilih yang cocok

4. Format naskah buku tidak ditentukan dari pelatihan belajar menulis, tapi menyesuaikan penerbit yang dipilih. Karena bisa saja antar penerbit beda format settingannya

5. Dua puluh tulisan resume digabung dalam satu file microsoft word

6.  Pak Brian juga memberikan pilihan yaitu menerbitkan buku lewat Beliau

     Bekerja sama dengan sebuah penerbit indie. Contohnya, penerbit ini telah menerbitkan      bukunya bu Aam.

      Inilah caranya jika  menerbitkan buku  lewat penerbit rekanan Beliau (GEMALA)

Pertama, 20 tulisan resume digabung dalam satu file microsoft word. Nah settingan file microsoft word ini perlu disesuaikan dengan format penerbit.

Kalau format penerbit rekanan pak Brian sbb :

Ukuran kertas A5 (14x20cm)

Huruf times new roman, ukuran 12

Spasi 1,5

Margin 2 cm semua

Paragraf rata kiri-kanan (justify)

     Kemudian masukkan juga kelengkapan naskah dalam file naskah kumpulan resume

Kelengkapan naskah yaitu:

cover ( judul buku dan nama penulis saja), kata pengantar, daftar isi (tanpa nomor halaman), profil penulis, sinopsis (3 paragraf. Masing-masing paragraf 3 kalimat)

Urutannya:

Cover

Kata Pengantar

Daftar Isi

Isi naskah

Profil Penulis

Sinopsis

Semuanya dalam satu file. Tidak dipisah-pisah menjadi beberpa file. Jika sudah siap, silakan kirim ke WA pak Brian

Untuk di penerbit rekanan Beliau, tidak ada batas minimal jumlah halaman. Hanya 30 halaman A5 saja tetap diterbitkan. Kalau resume ini nanti pasti lebih dari 90 halaman A5. Jadi tidak perlu ragu pada resumenya masing-masing

Untuk menerbitkan di penerbit rekanan Beliau biayanya Rp. 300.000

Penulis mendapat fasilitas penerbitan:

Desain cover

ISBN

Layout

Edit ringan

2 Buku bukti terbit

E-Sertifikat

 

Rinciannya sebagai berikut :

1.      Biaya pracetak  (Lay out, ISBN, cover, editor):  Rp 300. 000,00

2.      Waktu yg dibutuhkan hingga terbit kurang lebih 1 bulan

3.      Biaya per bukunya harga cetak per buku tergantung jumlah halaman. Sebagai gambaran: 100 halaman A5 = 33.250

4.      Kualitas kertas, jilid dll Kualitas seperti penerbit pada umumnya. Kertas bookpaper 57 gram, jilid lem panas

5.       Cover : soft cover bahan art carton 260 gms, binding, laminating glossy Wrapping plastik

 

Beberapa hal penting terkait dari  resume menjadi buku

Saya rangkum dari hasil tanya jawab, diantaranya sebagai berikut:


 Perlunya motivasi dan kepercayaan diri dalam menulis

Jika motivasi dari diri sendiri, ada kemungkinan akan naik-turun. Maka sebaiknya ikutan komunitas, seperti pelatihan belajar menulis ini. Untuk percaya diri, Pak Brian banyak membandingkan buku-buku dari berbagai penerbit indie. Ternyata isi tulisannya tidak harus yang berat-berat. Tulisan tentang keseharian saja bisa diterbitkan.

 Ilmu mengedit bisa dimulai dari dua hal sederhana:

1. Paragraf jangan berisi terlalu banyak kalimat

2. Mulailah membiasakan membuat kalimat yang pendek-pendek. Kalimat panjang cenderung  akan membingungkan

 

Di group ini ada 4 penerbit.

1.      Kamila Press: Cak Inin

2.      YPTD: Pak Thamrin Dahlan

3.      Gemala: Brian

4.      Oase Pustaka: Bu Kanjeng

 

Dalam penyusunan resume untuk diterbitkan buku, tidak ada batas waktunya. Sederhana saja,  20 resume digabung jadi satu dan dirapikan. Ditambahkan kelengkapan naskah. Baca ulang lagi + edit, selesai.

 Tidak berlaku ketentuan penulisan ilmiah. Jadi simpel saja. Ada 20 resume berarti ada 20 bab.

Pelatihan ini menyediakan 30 pertemuan. 20 resume batas minimal saja. Kalau membuat lebih dari 20 ya lebih bagus

 Nah, kalau mau menerbitkan buku selain kumpulann resume juga boleh. Kumpulan puisi misalnya. Format sama dan minimal jumlah puisinya adalah 20


 Untuk isi buku selain kumpulan resume sangat boleh ditambah dari sumber lain, tetapi masih tentang cara menulis. Justru itu yang diharapkan. Tapi kalau ada mengambil dari sumber lain, jangan lupa buat daftar pustakanya

 

Langkah awal untuk menjadi penulis buku antara lain adalah ikut komunitas menulis seperti pelatihan belajar menulis ini. Lalu rajin menulis di blog. Kumpulan tulisan di blog bisa dibukukan. Ini adalah konsep yang diterapkan Om Jay.

Maka itulah gunanya blog. Menampung tulisan-tulisan kita. Kalau sudah banyak, kita tinggal pilih-pilih tulisan mana yang mau dibukukan

 

 Untuk kiat-kiat menulis Pak Brian yaitu apa saja bisa ditulis. Jangan ragu pada tulisan kita. Karena tulisan yang kita anggap biasa, bisa saja dianggap luar biasa bagi orang lain. Tidak perlu memikirkan bahwa menulis itu harus begini, harus begitu. Mulai aja dulu.

Pada dasarnya Pak Brian  tidak punya hobi menulis. Namun sejak ngeblog, hobi menulis menjadi muncul. Beliau mempelajari tentang menulis secara otodidak lewat internet atau buku. Maka sebenarnya Beliau pun masih perlu banyak belajar tentang menulis. Untuk di grup 16 ini ada Pak Opin dan Pak Rizky, rekomendasi dari Beliau.

Rencana selanjutnya, blog Pak Brian  www.praszetyawan.com akan dibuat jadi 5 buku. Lalu mengajak siswa kelas beliau menerbitkan buku antologi. Ada mimpi juga untuk membentuk komunitas guru penulis Jakarta. Semoga semuanya terwujud Pak Brian...Aamiin

 

Nah, saatnya Pak Brian memberikan kesimpulan pelatihan belajar menulis malam ini.

 Sekarang ini menerbitkan buku semakin mudah. Tulisan apapun bisa diterbitkan. Ditambah lagi bapak/ibu sudah bergabung dengan grup ini. Jalan yang harus dilewati untuk menerbitkan buku semakin jelas dan terbuka. Maka mari tuntaskan sampai buku terbit. Jangan berhenti di satu buku. Mudah-mudahan berlanjut menerbitkan buku kedua, ketiga, dan seterusnya

 

Alhamdulilah...

Terimakasih Pak Brian atas penjelasan semuanya, terutama yang berhubungan erat dengan yang telah dilakukan para peserta di setiap Senin, Rabu dan Jumat malam. Jadi ada jalan terang untuk mewujudkan mimpi menerbitkan buku. Aamiin


Malam 21 Ramadan 1447 H

Alhamdulillah...bertepatan dengan Hari Selasa, 10 Maret 2026, dari pagi berusaha untuk menjadi anak yang berbakti kepada orang t...