Senin, 19 Oktober 2020

Kabar Baik bagi Yang Ingin Berkarya

 

Tatkala umurku habis tanpa karya dan pengetahuan (ilmu)

lantas apa makna umurku ini

(KH. Hasyim Asy’ari)

 

 

                         Motto saya menulis 3 Pena yaitu Penasehat, Penakawan dan Penasaran

 Materi malam ini tentunya membuat para peserta segera ingin mewujudkan mimpinya memiliki sebuah karya. Apa itu? Sebuah karya yang berbentuk Buku. Betulkah begitu? Tidak perlu dijawab di sini, tapi mari kita buktikan melalui pelatihan Belajar Menulis ini. Nara Sumber pada malam ini, Bapak Thamrin Dahlan, SKM,Msi sangat mendukung dan memfasilitasi sepenuhnya bagi yang ingin memiliki karya itu. Menurut  Beliau, Buku adalah Mahkota seorang Penulis. Secerdas dan sepintar apapun seseorang apabila belum menulis apalagi menerbitkan buku maka ilmunya akan hilang sia sia.

Melalui YPTD (Yayasan Penerbit Thamrin Dahlan) yang terbentuk 29 Juli 2019, Bapak Thamrin ingin membantu para penulis untuk menerbitkan bukunya secara GRATIS. YPTD ini juga sudah berdasarkan Akta Notaris dan SK Kemenkumham. YPTD sebagai Penerbit mendapat kewenangan dari Perpustakaan nasional untuk mengusulkan ISBN buku yang akan diterbitkan. Setelah itu YPTD membantu teman teman penulis yang telah memiliki naskah buku untuk diterbitkan.  Sejak launching Terbitkan buku gratis ber ISBN 19 Agustus 2020 sudah 36 buku diterbitkan YPTD

  



 Saya jadi teringat teman saya yang  tulisannya sudah lumayan banyak ingin  dijadikan sebuah buku tapi terkendala biaya. Katanya begini, “Saya mundur saja bu, biar bapaknya saja yang mengembangkan tulis menulisnya, karena memang butuh biaya juga untuk menjadi buku”. Ingin  rasanya saya segera   berbagi  kabar baik ini kepada teman-teman. Apalagi Bapak Thamrin juga mempertegas lagi penjelasannya  bahwa YPTD siap membantu rekan rekan guru menerbitkan buku ber ISBN Buku Perdana atau buku kesekian tanpa biaya. Nah, untuk itu sebelumnya saya harus memahami  terlebih dahulu  program, standar,  prinsip atau komitmen yang ada di YPTD.

Program  YPTD

Program A : Penulis telah mempunyai naskah buku segera  kirim ke email thamrindahlan@gmail.com

Program B : YPTD menerbitkan Buku dari Para Penulis posting di website terbitkanbukugratis.id setelah terkumpul naskah 150 – 200 halaman.

Program C : Penulis posting di website YPTD terbitkanbukugratis.id sampai 40-50 artikel kemudian buku diterbitkan YPTD


Standard baku  YPTD terkait naskah buku

YPTD menerima Nahkah Buku Penulis via email thamrindahlan@gmail.com lengkap dengan Judul, Daftar Isi, Cover depan belakang Buku dan Kata Pengantar.

Ketentuan Standard baku Buku terbitan YPTD

a.         Ukuran A5

b.         Font 12

c.         Margin 1.5/1/1/1

d.         Huruf Times News Roman

e.         Spasi 1.5

f.          Ketebalan 150 – 200 Halaman

            Buku itu berpunggung.  ketebalan > 150 halaman postur buku gagah bisa berdiri di rak perpustakaan.  Ketika buku tipis  tak berpunggung rasanya kurang sreg. .

 

Prinsip  dan Komitmen YPTD

 YPTD  memiliki prinsip bahwa semua tulisan adalah bagus selama bukan plagiat dan hoaks.  Tidak berani kita menilai tulisan yang akan diterbitkan.  Kualitas itu sangat bertingkat dan beragam. Semua berproses.  Dalam kondisi sudah ada naskah maka YPTD siap membantu menerbitkan buku. Kita semua masih dalam proses belajar. Tujuan utama adalah bagaimana meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Literasi Indonesia.

YPTD untuk satu judul buku mencetak 5 ekp.  2 buku untuk Perpustakaan Nasional, 1 buku (master) beserta soft copy untuk Penulis, 1 Buku untuk YPTD dan 1 buku untuk Penyandang Dana.   Dana awal YPTD berasal dari Wakaf Keluarga. Admin  YPTD terdiri dari keluarga dan sukarelawan tanpa dibayar atas keikhlasan berbahakti untuk Literasi Indonesia.

YPTD Turut berperan Serta Mengorganisir Gerakan Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Literasi Indonesia focus menerbitkan buku.  Buku adalah Mahkota seorang Penulis. Secerdas dan sepintar apapun seseorang apabila belum menulis apalagi menerbitkan buku maka ilmunya akan hilang sia sia.

 Komitmen YPTD membantu para penulis dari berbagai profesi untuk memiliki Buku ber Lisensi ISBN Tanpa Biaya perlu dukungan semua pihak. 

 Bersama kita bisa membantu Pemerintah Republik Indonesia dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui profesi masing masing.  Membaca kemudian menulis  adalah kegiatan mulia,

 Menerbitkan buku muara dari menulis.  Kehadiran penulis abadi sepanjang masa ketika bukunya menjadi asset Negara tersimpan di Perpustakaan Nasional.

 

Pendapat Bapak H. Thamrin Dahlan tentang Kepenulisan

 Kurang lengkap rasanya tulisan ini apabila tidak mengabadikan pendapat Beliau tentang Kepenulisan. Berikut ini pendapatnya :

 Menulis untuk berbagi kebaikan.  Metode yang saya gunakan ketika menulis ialah " sekali duduk jadi"   artinya jangan pernah meninggalkan artikel yang sedang digarap. Selesaikan kemudian posting.  Posting ke sosial media dan seketika tulisan  memiliki Roh.  Roh itu membuktikan tulisan hidup ketika dibaca apalagi dikomentari.  Bisa jadi itulah kiat menulis selama 10 tahun ini sehingga sudah posting 2.800 artikel. Kembali ke niat berbagi maka inspirasi tak pernah terputus.  Apalagi muara menulis itu adalah BUKU.  Sejatinya Buku adalah Mahkota seorang Penulis

Saya berkeyakian semua orang bisa menulis.  Artinya ketika bisa berbicara atau bertutur maka otomatis bisa menulis.  Menulis adalah proses sederhana memindahlkan apa apa yang kita katakan ke laptop atau pc bahkan hp. 

Tidak ada istilah penulis pemula (karena tidak ada pengakhir) yang ada istilah penggiat literasi.

 

Terimakasih Bapak H. Tamrin Dahlan, teriring doa jazaakallah khairan katsiira, semoga semua yang diusahakan menjadi amal jariyah Bapak. Aamiin

 

Ini info contact Beliau :

Thamrin Dahlan

Ketua Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan

Hp. 0815 9932 527

Website YPTD :  terbitkanbukugratis.id

Email thamrindahlan@gmail.com

 

 

 

 

Minggu, 18 Oktober 2020

Bu Kanjeng Berbagi Segudang Ilmu Kepenulisan

 

“Al ‘ilmu bila ‘amalin kasysyajari bila tsamarin’

Ilmu bila tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah 

 


 Hayoo..siapa yang berada di Pelatihan Belajar Menulis tidak kenal dengan Bu kanjeng? InsyaAllah dari gelombang 1 sampai 16 semuanya tak asing dengan nama ini. Saya sendiri penasaran, kenapa dipanggil dengan Bu Kanjeng. Siapakah Beliau? Apakah istrinya Om jay? Jujur, saya kira Beliau adalah Bu Wijaya Kusumah. Eh, ternyata bukan, semoga dimaafkan ya Omjay yang baik hati.

 


                                             Inilah keluarga Bu Kanjeng (dokumentasi IG astutianamudjono)

 Alhamdulillah akhirnya penasaran saya terjawab di materi kelima Pelatihan Belajar Menulis bersama OmJay dan kawan-kawan PGRI.

“Nama Bu Kanjeng itu mecuat saat th 2009 ketika saya aktif menulis di Kompasiana dan sering menulis tentang suami yang gayanya seperti borjuis semu nyinyir, banyak komen dan paling benar sendiri, bisa sebagai pengamat apa saja. Sejak itu teman- teman memanggil saya Bu Kanjeng,” begitulah jawaban Bu Sri Sugiastuti saat saya bertanya asal mula dipanggil Bu Kanjeng. Nah, baru tau ya teman-teman? Tidak apa-apa, cukup saya saja yang wapri karena memang ingin tahu, hehe.

Di kesempatan ini Bu Kanjeng benar-benar  berbagi ilmu kepada peserta di gelombang 16. Sampai 17 pertanyaan di sesi tanya jawab diberi tambahan waktu oleh Beliau sehingga melebihi jam 21.00 WIB.

Ingat kata mutiara Arab di atas ya Bu kanjeng?

Sangat setuju Bu Kanjeng, untuk apa ya punya ilmu kalau tidak diamalkan? kan tidak bisa memberi manfaat untuk orang lain. InsyaAllah akan semakin bertambah dan berkembang ilmunya jika ilmu yang kita punya tidak untuk diri sendiri saja namun juga dibagi ke orang lain. Kalau pohon yang tidak berbuah, apakah tidak bermanfaat? Ada manfaatnya, misalnya untuk berteduh, penghijauan, namun akan lebih banyak manfaatnya lagi bila ada buahnya.

 


 Nah, saatnya sekarang kita membaca, memahami, merenungkan lalu mempraktekkan ilmu dari Bu Kanjeng tentang dunia tulis menulis sampai menerbitkan buku berikut ini :

 

                1,  Tips Menulis

 Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menjadi seorang penulis:

a.    Banyak membaca.

     Apa yang kita baca amat menentukan gaya kepenulisan kita.

     Penulis membutuhkan ide atau gagasan, dan ide atau gagasan itu banyak kita      

     dapatkan dari membaca.

b.    Mencoba menulis.

     Tuliskan saja apa yang ingin Anda tuliskan. Bahkan ketika Anda tidak punya ide sama sekali Anda pun bisa  menulis cerita bahwa Anda sedang tidak punya ide.  Mencoba menulis  komputer Anda, buku harian Anda, ataupun di media sosial seperti facebook dan juga blog. Semakin banyak kita menulis maka  semakin mengasah kemampuan kita untuk menulis.

c.   Mengirimkan tulisan ke media cetak atau  ke penerbit buku.

                   d.  Teruslah menulis jika naskah Anda ditolak atau sudah pernah diterbitkan  teruslah \

                         menulis.

                   e.  Kembangkan terus kemampuan Anda dan perbanyak karya-karya Anda.

 

2.      Tips Disiplin Menulis

Pernahkah ketika Anda punya ide, kemudian mulai menulis tapi Anda selalu menunda menyelesaikan tulisan tersebut? Berikut adalah tipsnya agar disiplin menulis.

a.       Buat kerangka tulisan (outline).

b.      Buat target/dead line

c.       Fokus menyelesaikan tulisan Anda

d.      Reward & punishment

Saat membaca ini, saya juga ingin bertanya maksudnya bagaimana? Alhamdulillah sudah ada yang bertanya. Begini jawaban Bu Kanjeng : “Kalau kita sudah tepat waktu sesuai dgn target ibu bisa refreshing sejenak. Kalau tidak tepat waktu. Harus dianggap hutang dan segera lunasi. Kalau belum lunas fokus harus  selesai”.

e.       Memilih judul yang menarik

f.        Sesuaikan dengan tema tulisan. Sebelum membuat judul yang menarik, buatlah judul tersebut sesuai dengan tema tulisan

g.      Buat judul dengan kata yang mudah diingat.

h.      Buatlah judul yang membuat orang penasaran untuk membaca isinya.

 

1.      Tips Mencari Ide

            Ide adalah hal penting dalam berkarya. Untuk membuat sebuah tulisan membutuhkan  ide.  Berikut adalah beberapa tips mencari ide:

a.       Bacalah sebanyak mungkin buku.

b.      Refreshing.

 Pergi ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi untuk menyegarkan otak Anda dari rutinitas.

c.       Tulis apa yang bisa Anda tulis Jika Anda belum mendapatkan ide, cobalah.

d.      Cari referensi dari berbagai media.

e.       Anda juga bisa menggunakan cara ATM (amati, tiru, modifikasi).

 

2.      Tips Memilih Judul yang Menarik.

a.       Sesuaikan dengan tema tulisan.

 Sebelum membuat judul yang menarik, buatlah judul tersebut sesuai dengan tema tulisan, atau memiliki konsep terhadap isi tulisan.

b.      Buat judul dengan kata yang mudah diingat.

 Judul haruslah mudah diingat.

c.        Buat orang penasaran.

 Karena Judul yang mampu membuat orang penasaran untuk membacanya biasanya cukup menarik orang untuk membeli buku tersebut.

 

3.      Tips Menulis Cepat.

 Pikirkanlah ide tulisan yang akan Anda buat. Lalu segera tuliskan. Anda juga bisa buat kerangka karangan terlebih dahulu agar lebih terarah. Teruslah mengetik berdasarkan ide yang Anda miliki. Jangan lihat ke belakang apa yang telah Anda ketik. Abaikan jika ada yang salah baik dari segi struktur bahasa maupun ide.

 

4.      Tips Memenangkan Lomba.

Pastikan Anda memahami dan melaksanakan aturan dan syarat-syarat lomba. Anda bisa cari beberapa referensi yang berkaitan dengan tema lomba tersebut. Setelah Anda selesai menulis, baca ulang beberapa kali. Perbaiki yang salah atau yang kurang enak dibaca. Anda juga bisa meminta penilaian teman atau saudara. Setelah selesai mengirimkan naskah, berdoalah. Jika Anda gagal, evaluasilah. Dan teruslah mencoba. Karena setiap orang yang berhasil sesungguhnya telah mengalami setumpuk kegagalan.

 

5.      Langkah-langkah Menulis Buku. 

Tentukan apa jenis buku yang Anda buat. Apakah berupa novel, esai, ilmu pengetahuan, kumpulan cerpen atau apa. Tentukan Tema misalkan Anda telah menentukan jenis buku yang Anda akan tulis. Misalkan Anda ingin menulis novel. Setelah itu Anda tentukan Tema novel tersebut apa. Apakah temanya romantik, inspiratif, ilmiah, atau apa? Buat kerangka buku. Jika Anda memilih novel, tentukan kerangka ceritanya seperti apa. Hal ini bisa Anda tulis atau cukup Anda pikirkan.

 

6.      Tips dan Cara Mengirim Tulisan ke Media.

Buat tulisan yang menarik. Pilih tulisan yang sesuai temanya dengan waktu aktual dan banyak dibutuhkan. Sesuaikan dengan media masa yang Anda kirimkan. Jangan kirimkan ke banyak media masa sekaligus ya.

 

7.      Membuat Pembaca Penasaran.

 Kalau kamu nonton acara news atau talkshow, coba perhatikan saat hendak jeda iklan. Sebelum iklan, pembawa acara biasanya melontarkan pertanyaan terlebih dahulu pada narasumber yang belum sempat dijawab narasumber. Tujuannya apa? Agar penonton penasaran dan tak pindah chanel. Dalam dunia buku, pembaca mungkin juga akan berhenti membaca sebuah buku ketika ia merasa bosan pada bab-bab tertentu.

 

8.      Manfaatkan Mengikuti Even-even.

 Ini akan mengasah otak untuk mencari ide. Melatih disiplin menulis dan memperbanyak pengalaman menulis. Mengenal penulis-penulis lain dan memungkinkan mendapatkan hadiah.

 

9.      Cara Mengirim Naskah Ke Penerbit

Siapkan naskah yang sudah rapi. Pilih Penerbit yang Sesuai dengan jenis naskah yang kita miliki. Perhatikan tata cara pengiriman dan ketentuannya. Misal, ada penerbit yang hanya menerima naskah dalam bentuk cetak, ada pula penerbit yang menerima naskah dalam bentuk file lewat email. Kirimkan naskah beserta sinopsis dan biodata penulis. Jangan mengirim naskah ke beberapa penerbit sekaligus.

 

10.  Hal Yang dipertimbangkan Penerbit dalam Menerima Naskah,

Adanya kesesuaian dengan penerbit. Misalkan, penerbit yang menerbitkan naskah Islami tentu akan menolak naskah yang tidak sesuai. Kualitas naskah tentu menjadi faktor terbesar dalam penilaian.

 

11.  Waktu yang  Tepat untuk Menulis.

 Biasanya saat senggang atau sedang menunggu. Bisa juga malam hari sebelum tidur. Sebagian ada juga yang pada pagi hari setelah subuh. Anda pun bisa memanfaatkan waktu tenang untuk menulis. Apalagi kondisi masih fresh. Saat ada ide karena ini yang paling penting. 

 

12.  Banyak Cara Menerbitkan Buku dan Jadi Penulis.

Banyak orang yang ingin jadi penulis sukses. Penulis besar pun berjuang untuk menerbitkan bukunya. Sebagai contoh misalnya, J.K Rowling dengan karyanya yaitu Harry Potter, ternyata awalnya tak mudah untuk menerbitkan naskah yang ia tulis. Naskah tersebut sempat ditolak 12 penerbit sebelum akhirnya diterbitkan dan sukses menjadi buku paling laris yang membuatnya kaya raya.

 

13.  Di Belakang Buku.

Setelah calon pembaca melihat judul dan cover, mereka akan mencari informasi tentang buku yang membuat mereka mulai tertarik. Setelah melihat bagian depan, mereka akan melihat bagian belakang. Biasanya di bagian belakang ada sinopsis tentang buku tersebut untuk menginformasikan calon pembaca tentang isi buku itu.

 

14.  Yang Perlu dilakukan Penulis Setelah Bukunya Terbit.

Ini sangat penting. Penulis harus membantu mempromosikan bukunya karena tidak ada jaminan bahwa buku tersebut laris di pasaran. Perbaiki naskah buku tersebut jika ada kritik dari pembaca. agar di cetakan berikutnya bukunya lebih baik lagi. Terus berkarya walaupun namanya telah melambung dan telah mendapatkan royalti yang melimpah sekalipun.

 

15.  Jalan untuk Jadi Penulis Sukses.

Mungkin ada di antara Anda yang telah menulis selama bertahun-tahun, tapi naskah Anda selalu ditolak penerbit. Jangan buru-buru membuang naskah Anda, karena penulis sukses pun awalnya mengalami penolakan. J.K Rowling pun awalnya naskahnya ditolak 12 kali, begitu pun penulis lainnya. Naskah ditolak, Anda setidaknya punya 2 pilihan: mau terus berjuang, atau berhenti.

Jika terus berjuang, akan ada 2 pilihan lagi: mau terus mengirimkan ke penerbit mayor, atau diterbitkan secara self publishing. Mereka mampu menjual karyanya tanpa melalui toko buku konvensional. Di sisi lain, banyak juga penulis Indonesia yang awalnya menerbitkan buku secara indie/self publishing, lalu kemudian karena karyanya potensial, akhirnya diterbitkan oleh penerbit besar dan laris.

Jadi, sebenarnya ada banyak jalan untuk menjadi penulis sukses. Yang terpenting adalah teruslah melangkah dan jangan berhenti. Jadikan menulis sebagai kebutuhan bukan kewajiban

 

Di penghujung materi, Ibu Dra.Sri Sugiastuti, M.Pd,memberikan kesimpulan yang merupakan pesan-pesan yang sangat bermanfaat untuk para penulis pemula:

   Menulis itu adalah suatu keterampilan, bukan bakat.

  Jadi latihlah, tulislah berbagai ide yang berserak di sekitar kita.

  Jadikan menulis dan membaca sebagai gaya hidup.

  Membaca yang selektif dengan kacamata yang utuh.

  Beristiqamahlah dalam menulis.

  Biarkan tulisan menemui takdirnya.

 Jangan risau, tetaplah menulis dan belajar mengupgrade diri agar naik kelas.

 Menulislah apa yang disukai dan dikuasai.

 

MasyaAllah, benar kan segudang ilmu diberikan untuk kita semua?

Eh, belum semua,  silahkan menjelajah sendiri di dumay nya Bu Kanjeng, pasti akan dapat lebih banyak lagi ilmunya

 

FB Astutiana. M,@Astutiana.M.

                        IG. Astutianamudjono.

 Atau WA 089692593804.

 

 Saya juga masih ingin belajar dari Beliau  tentang  membuat video cerita anak-anak. Semoga Beliau ada waktu.

 


Terimakasih Bu Kanjeng teriring doa jazaakillah khairan katsiira, dan semoga menjadi amal jariyah panjenengan, Aamiin

 

Sabtu, 17102020/29Shafar1442


Minggu, 11 Oktober 2020

Kesungguhan Berikhtiar Cak Inin




Melihat mottonya  Bapak Mukminin S.Pd.M.Pd “Man Jadda Wa Jada”,  jadi semakin kangen dengan anak didik saya. Ya, karena  kami memberikan pertama kali ke anak-anak adalah kata ulama tentang  “Motivasi Sukses”,   yang berbunyi sebagai berikut: “Qola syahsyum min ‘ulamaaina  Man Jadda Wa Jada”, yang artinya: salah seorang ulama kita berkata “Barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses”.

Pak Mukminin atau lebih akrab dipanggil Cak Inin, telah membuktikan kesungguhannya untuk memenuhi keinginannya yaitu menulis. Dalam waktu kurang lebih enam bulan telah memiliki tujuh buku antologi dan solo, bahkan dapat membuat penerbitan sendiri. MasyaAllah, pasti orang yang mendengar keberhasilan cak Inin ingin mengetahui bagaimana ikhtiarnya.

Berkah Silaturrahim menjadi bagian awal proses memasuki dunia Tulis Menulis

Mengawali cerita ikhtiarnya, adalah berkah dari silaturrahim. Ternyata cak Inin mendapat kelapangan rizki setelah silaturrahim ke rumah Bu Emi Sudarwati yang waktu itu Bu Emi pulang dari haji. Sebagaimana hadits Nabi yang diriwayatkan Muttafaq ‘alaih yang artinya : “Bagi siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka haruslah menjalin hubungan silaturrahim”. Dari Bu Emi yang dulu ternyata muridnya  waktu SMP, beliau  mendapatkan motivasi untuk mewujudkan keinginan menulis buku yang terpendam puluhan tahun. “Undzur ma qola, wala tandzur man qola (lihatlah apa yang dikatakan janganlah melihat siapa yang mengatakan”, Cak Inin juga mengikuti pepatah Arab ini.

Tanggal 29 Februari 2020, beliau didaftarkan oleh Bu Emi yang sudah  300 an lebih bukunya terbit, untuk mengikuti workshop di PBG ( Pusat Belajar Guru ) di Bojonegoro. Alhamdulillah, pertama kali terwujud keinginan cak Inin untuk menulis buku meskipun masih bersama peserta workshop dengan judul “PBG Membahana”. Di bulan Maret 2020, masih berlanjut bersama bu Emi, yaitu mengikuti workshop di TBM Kinanthi milik bu Emi. Alhamdulillah yang kedua ini berhasil menerbitkan buku solo cak Inin,  “55 Pantun Nasehat”.

Cerita Cak Inin selama mengikuti Belajar Menulis di Gelombang 8

Nah, di bulan yang sama atau tepatnya tanggal 29 maret 2020, Cak Inin tertarik dengan group menulis Om Jay dkk. Beliau juga sangat terinspirasi kata-kata OmJay ataupun para narasumber yang telah memberikan materi melalui WAG gelombang 8. Berkat kesungguhannya dalam mengikuti materi, blog walking, akhirnya Cak Inin mendapatkan hasilnya yaitu termasuk 3  terbaik dalam membuat resume. dengan narsum Dr.Nono Wibowo Purbo bertema Menulis dan Menerbitkan Buku Digital.

Masih cerita Cak Inin tentang keikutsertaannya di gelombang 8, bahwa para peserta gelombang 8 diajak Om Jay belajar menulis    pengalaman di lapangan masing-masing tentang situasi KBM di masa pandemi covid-19, untuk  diterbitkan buku yg berjudul "Menciptakan Pola Pembelajaran yg Efektif di rumah" yg diterbitkan Tata Akbar Bandung. Alhamdulillah telah terbit bulan Oktober ini. Selain itu, InsyaAllah juga akan terbit dalam Oktober ini buku dengan judul “Kisah Inspiratif Sang Guru”, adalah atas usulan Cak Inin menulis bersama 26 guru. Masih ada lagi, sebagai peserta gelombang 8 sangat terispirasi juga dengan  narsum Bu Sri Sugihastuti atau Bu Kanjeng, yang akhirnya juga terbit buku " Semangat Menulis Bersama Bu Kanjeng". MasyaAllah, ya pantaslah kalau termasuk gelombang yang teraktif.

Hasil Kesungguhan ikhtiarnya Cak Inin

Kesungguhan dalam berikhtiar untuk mewujudkan keinginan menjadi penulis benar-benar membuahkan hasil. Berturut-turut dapat menerbitkan  buku antologi dan solo, yang kemudian bekerjasama dengan Pustaka Ilalang lamongan untuk membuka penerbitan sendiri.  Kamila Press adalah nama yang diusulkan oleh direktur Pustaka Ilalang lamongan, Mas Alang Khoirudin.  Satu persatu teman-teman di belajar menulis akhirnya juga menghubungi Cak Inin untuk diterbitkan. Inilah diantaranya : 

 Cak Inin sangat bersyukur dapat ilmu dari karyawan dan direktur Pustaka Ilalang tersebut. Untuk penjelasan lebih lanjut yang ingin menerbitkan bukunya, silahkan hubungi langsung Cak Inin ya, bisa lewat WA atau emailnya, 081330944498 / email: gusmukminin@gmail.com.

Di Akhir sesi tanya jawab inilah yang perlu dicatat teman-teman, tips menulis dan menerbitkan buku  dari Cak Inin yang disingkat oleh Beliau  “N M A T M I”:

1.      NIAT KUAT DAN NEKAD  ( Nawaitu)

              menulis itu berbagi ilmu dan pengalaman  / menulis itu ibadah

2.       MENCARI MENTOR

           •Carilah pembimbing penulis sukses,

           • Kalau ingin sukses bergaullah dg orang sukses ( kalau ingin wangi bertemanlah dengan   

             bakul minyak wangi)

     3. A T M

           AMATI (amati penulis sukses / mentor, cara dan gaya penulisannya)

           TIRU

           •Tiru / ikuti apa dan bagaimana yang dilakukan penulis sukses / mentor.

             Namun  Tiru di sini dalam arti meniru dengan modifikasi. Judul boleh sama,  isi dan  

             penyampaian pasti berbeda

           MANUT

            • Ikuti semua intruksi yang disarankan mentor,  apa yang dilakukan mentor  sampai jadi

               penulis sukses.

            • Ikuti bagaimana cara menerbitkan buku ke penerbit

     4. ISTIQOMAH

Beristiqomahlah untuk selalu menulis setiap hari walaupun 3 paragraf,  satu paragraf, satu puisi, satu kalimat, atau satu kata-kata.bijak.

Pilihlah waktu yang tepat sesuai kondisi masing-masing ( bisa habis sholat subuh yang masih fress, bisa disela-sela pekerjaan, atau waktu istirahat, atau kapanpun  ada kesempatan)   


Selain itu, Cak Inin juga mengikuti kata-kata hikmah sebagai motivasi untuk meraih kebaskeberhasilannya

• Menulislah setiap hari dengan hati buktikan apa yg terjadi( mantera Om Jay).

• Lahap  baca semakin cepat menulis

• Ikatlah ilmu dengan Tulisan ( Ali bin Abi Tholib)

• Menulislah dalam kesibukan (  Master Emcho)

•Tiada kata terlambat untuk menulis, tulislah segera apa yang anda suka, anda dengar, anda lihat, anda baca dan anda rasakan untuk berbagi kebaikan ( Cak Inin  Mukminin, 2020)

• Torehkan penamu dari hikmah jejak kakimu siapa tahu itu jadi penolongmu ( Cak Inin Mukminin, 2020)

• Kalau kamu ingin panjang umurmu, maka menulislah ( Cak Inin Mukminin 2020)

Alhamdulillah  Cak Inin, saya turut bersyukur kesungguhan dalam berikhtiar untuk menjadi penulis telah terwujud, apalagi diberi Allah SWT tambahan jalannya rizqi juga yaitu melalui usaha penerbitan. Semoga terus bertambah lagi bukunya dan rizqinya, Barokallah...

 

Demikianlah resume kedua dari Pelatihan Belajar Menulis pada  hari Rabu,  tanggal 7 Oktober 2020/19 Shafar 1442, semoga bermanfaat, Aamiin.

Maksud hati tidak ingin terlambat, sudah ikhtiar, namun apa daya, semoga dimaafkan ya...


 

 


Selasa, 06 Oktober 2020

Berawal dari KATA ( Resume 1 )

 


Resume 1

Berawal dari KATA

 

Kata adalah senjata

Karena semua berawal dari kata

Dengan kata kita bisa memberikan cinta

Dengan kata kita bisa memberikan luka

Dengan kata bisa berkreasi dengan banyak hal

 

Awal yang sangat indah materi di gelombang enam belas ini disampaikan oleh nara sumber Abdul Hakim Busro. Kata-kata puitis  melalui audio ini menambah semangat untuk mengikuti kelas menulis online ini.

Pantas sekali Omjay dan kawan-kawan di PGRI memilih sosok yang berasal sama dengan saya yaitu Jawa Timur ini sebagai nara sumber. Segudang prestasi dan peghargaan telah  dimiliki dengan aktifitasnya yang sangat padat. Lebih detail bisa dilihat di link berikut :

https://www.gurupenggerakindonesia.com/inilah-narsum-guru-menulis-pgri-gelombang-16-tgl-5-9-oktober-2020/

 “Sengaja malam ini saya memulainya dengan “kata” , karena semua tulisan akan berawal darinya. Menguasainya dengan baik adalah kunci untuk melanjutkan langkah-langkah berikutnya”, kata Pak Abdul Hakim saat mengawali materi. Kemudian diberilah contoh tentang konsep berbahasa dan bagaimana pengutamaan Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, dalam vlog Cerdas Berbahasa pada link berikut :

https://www.youtube.com/watch?v=OI-PC4k053g&t=27s

  MasyaAllah, setelah melihat videonya, saya ternyata juga baru tersadarkan diri kalau selama ini masih banyak menggunakan kata-kata yang tidak baku, seperti: alenia,  praktek, nafas dan obyek. Padahal kata  bakunya adalah : alinea, praktik, napas, dan objek.

Lanjutan dari pembahasan tentang kata, Pak Abdul Hakim menghubungkannya dengan membaca. Inilah kata bijak yang beliau buat:

Membaca adalah gerbang utama sekaligus kunci pembuka bagi yang ingin menggenggam keberhasilan”.

Menurut beliau jika ingin menjadi penulis, kunci terbaik adalah membaca. Sebagus apapun keinginan untuk menulis tetapi tidak dibarengi dengan kebiasaan membaca yang baik, maka tulisan akan terbatas. Membaca juga akan menambah wawasan dan jumlah perbendaharaan kata (kosakata) yang akan terekam dalam memori.

Khususnya bagi penulis pemula, jumlah kosa kata harus cukup atau lebih dari cukup, karena sangat diperlukan untuk merangkai kata menjadi sebuah kalimat, paragraf ataupun teks. Jika kosakata kurang atau terbatas, maka akan lama berpikirnya untuk memulai suatu tulisan. Berdeda dengan yang terbiasa membaca, kosakata yang terekam di memori sangat banyak dan akan dipanggil kembali saat dibutuhkan. Membaca juga dapat membuat otak tetap aktif dan bereaksi untuk melakukan fungsinya secara baik serta memperkuat kemampuan berpikir dan menganalisis.

Di akhir materi, yaitu pada sesi tanya jawab, Pak Abdul hakim mengajak mengaktifkan kosa kata lebih banyak lagi dengan banyak membaca apa saja. Bisa dimulai dari membaca hal-hal yang disukai. Sedangkan agar membaca bisa efektif dan tepat sasaran antara lain, harus mengetahui tujuan atau target yang akan dibaca dan fokus dulu dari bagian yang dibutuhkan.

 "Dengan Cerdas Berbahasa, akan menjadi Sosok Yang Luar Biasa" (Abdul Hakim)

Demikian resume perdana saya dari Pak Abdul Halim yang suaranya enak didengar, sehingga materi menjadi enak diterima. Apalagi moderator yang juga sangat renyah dalam menemani para peserta di gelombang enam belas ini. Tak lupa OmJay sang inspirator dan motivator, kepada semuanya saya yang pemula ini mengucapkan banyak terimakasih teriring doa jazaakumullah khairan katsiira.

Oya jangan lupa silahkan menikmati oleh-oleh dari Pak Abdul Halim di link berikut ini :

https://drive.google.com/folderview?id=1tYHGALBO4JdvETsXV-ZP_IzGoH5iArzh

 

Bojonegoro, 7 Okt 2020/19 Shafar 1441

Nurin Nuzulia

Pendidik PAUD di Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro

Belajar bersama Pendidik PAUD di STAI Al Muhammad Cepu.




Sabtu, 03 Oktober 2020

Memenuhi panggilanMu

 Manusia di dunia akan menerima panggilan tiga hal, yaitu panggilan sholat, panggilan haji dan panggilan mati. 

Saya ingin refleksi diri saja. Panggilan sholat, masih sering saya tunda untuk memenuhinya atau melaksanakannya. Padahal panggilan ini setiap hari lima waktu. Melalui adzan dan iqomah, astaghfirullah mengapa belum bisa merasa bahwa adalah harus segera menghadap, ya menghadap Yang Maha Segalanya. Bukan menghadap pejabat di lingkungan dinas Pendidikan ataupun pejabat lainnya di dunia. Pastilah akan segera menghadap apalagi biasanya ada batas waktunya. Mengalahkan panggilan seorang ibu kepada anaknya juga. Padahal sejatinya harus lebih cepat menghadap panggilan ibu. Apalagi panggilan Allah SWT. 

Kedua,  panggilan haji. Berbagai cara Allah SWT memanggil hambaNya untuk ke tanah suci ini. Ada yang memang jauh hari sudah mempersiapkan diri untuk menunggu panggilanNYA, namun ada yang tanpa persiapan apapun Allah SWT memanggil dan berangkat haji. Ini ada waktunya, yaitu musim haji.

Ketiga, panggilan mati, yaitu menghadap Illahi Robbi untuk selamanya. Kembali kepada pemiliknya, yaitu ke alam akherat. Dan ini adalah panggilan terakhir. Kapan waktunya? Apakah seperti dua panggilan sholat dan haji?

MasyaAllah, Allahu Akbar, tidak ada yang mengetahui kapan, di mana, sedang bersama siapa, atau sedang apa. Hanya Allah SWT Yang Maha Mengetahui, yang kemudian mengutus malaikat Izrail.

Ya, seperti kabar duka tadi malam yang saya dapatkan dari ibu melalui telepon. Seorang perempuan yang tinggi cantik namun berpenampilan sederhana telah dipanggil menghadapNYA. Kalimat istirja' terucap, namun hampir semua orang terkagetkan. Seorang ibu dari dua anak putra dan putri, tidak dikabarkan sakit sebelumnya, atau memiliki riwayat penyakit berat. Hanya riwayat tensi tinggi, kemudian baru dua atau tiga hari ini drop. Biasanya 170 kemarin kabarnya 80. Kita manusia biasa melihat secara medisnya, lalu semua akan berkata, semua sudah taqdirnya.

Saat ta'ziah banyak sekali terdengar ibu ini adalah orang yang sangat Ikhlash dan semangat dalam pengajian. Beberapa kelompok pengajian diikuti, dari satu mushola ke mushola lainnya. Bisa dibilang merupakan penggerak atau penyemangat ibu-ibu lainnya. "Kalau tidak benar-benar merasa sakit atau capek pasti berangkat, "kata tetangganya. "Sulit mencari sosok seperti ibu ini," sahut yang lainnya.

Seseorang yang baik agama  dan akhlaqnya akan selalu dikenang. Pagi hari masih beraktivitas seperti biasanya, berdagang di pasar. Kemudian sampai rumah, membuat berkat untuk acara khataman di mushola belakang rumahnya atas permintaannya sendiri minta bagian siang hari. Setelah Maghrib sempat diperiksa pak mantri, lalu setelah Isya sudah dijemput malaikat Izrail.

Ya Allah,  hambaMu harus siapkan diri untuk memenuhi panggilanMu yang terakhir ini. Diri ini masih merasa banyak dosa. Panggilan pertama masih sering menunda. Aktivitas di dunia masih sering banyak khilaf dan alpa. Segera mohon ampun dan perbaiki panggilan panggilanNYA sebelum datang panggilan terakhir dariNYA.Bismillah, semoga saya bisa. Aamiin

Untuk almarhumah mbak Ardianti binti bapak Suradi, Al Fatihah

Ahad pon, before ngaji di sarapan Ahad pagi di masjid Al Muntaha

04102020/16Shafar1441

Malam 21 Ramadan 1447 H

Alhamdulillah...bertepatan dengan Hari Selasa, 10 Maret 2026, dari pagi berusaha untuk menjadi anak yang berbakti kepada orang t...